Sharing Session Study Visit to Singapore and Malaysia 2019

Pada hari Senin, tanggal 23 September 2019 Ormawa Fishum menyelenggarakan “Sharing Session Study Visit to Singapore and Malaysia 2019”. Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora yakni Dr. Muhammad Sodik, S.Sos., M.Si. dan dihadiri oleh para pengurus Ormawa periode 2019. Acara sharing session kali ini dimoderatori oleh Vavra Aya Razani dari pengurus HMPS Psikologi. Turut hadir dalam acara ini, Dr. Sulistyaningsih, S.Sos., M.Si., selaku wakil dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Penuturan dari Muhammad Wafi selaku Ketua Senat Mahasiswa tentang Iklim kampus di Singapuraa dan Malaysia penuh dengan keteraturan, baik dari segi kedisiplinan dalam ruang lingkup pembelajaran, sikap, maupun pemeliharaan lingkungan. Adapun etnis yang mendominasi di dua negara ini yakni etnis Melayu, Tiong Hoa, dan India. Iklim kampus dengan keteraturan dan kedisiplinan, selaras antara mahasiswa dengan birokrasi, terfasilitasi oleh anggaran yang lebih dari cukup, baik dari segi materil maupun imateril.

Sedangkan menurut ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa, Najib mengatakan bahwa rata-rata mahasiswa di Singapura lebih cenderung masuk dalam kategori umur dewasa (sudah menikah). Terdapat beberapa persamaan antara organisasi mahasiswa di kedua negara tersebut dengan di Indonesia, salah satunya yakni pemilwa yang disebut dengan pemilihan Raya, mereka juga menggunakan sistem demokrasi dimana mahasiswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi baik memilih ataupun dipiih.

Beberapa kekurangan yang ada disana yang juga terjadi di Indonesia; kurangnya minat dari para mahasiswa sebagai audiens dalam acara-acara sebab persoalan izin administasi. Namun nilai tambah yang terdapat disana (IIUM) punya fokus terhadap kegiatan yang berorientasi pada masyarakat, bukan hanya sebatas di dalam negri namun juga luar negeri. Begitulah tutur Septi Ayu Paramita selaku ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Psikologi.

Nur Mustofa, ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi berbicara mengenai pengalamannya ke luar negeri paling tidak menyadarkan kita bahwa ternyata keadaan di Indonesia tidak lebih buruk dari kedua negara tersebut. Kondisi sosial disana tidak lebih baik dari Indoneisa, terutama dalam perihal toleransi. Padahal disana etnis yang ada terhitung lebih sedikit. Contoh kecil saja ketika mahasiswa hendak mengobrol dan saling tegur sapa, terdapat labelling etnis yang mempengaruhi persepsi. Perang dingin antar etnis. Pola Ormawa yang ada di Malaysia dan Singapura sama dengan Pola Pemerintahan yang diterapkan di negaranya.

Terakhir yaitu dari ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fatwa Jaka Satria, di mana ia berpendapat bahwa kesadaran mahasiswa akan kebersihan yang mencerminkan sikap kedisiplinan di Singapura dan Malaysia sangat tinggi.

Ketua Ormawa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora berkunjung ke beberapa tempat di negara Singapura dan Malaysia, diantaranya adalah Perlemen Mahasiswa, Majelis Perwakilan Mahasiswa, Universitas liverpool, Universitas Kebangsaan Malaysia, Universitas Putra Malaysia, Universitas Putra Jaya dan IIUM. Yang mana mayoritas penduduk disana merupakan 80% China. (ines)

Berita Terpopuler