Sharing Session Metode Pembelajaran Daring

Metode pembelajaran daring sudah banyak digunakan terutama pasca adanya Pandemi Covid-19. Pembelajaran dengan sistem ini sangat menarik untuk didiskusikan apalagi belum ada pola khusus yang membahas mengenai metode pembelajaran ini. Dalam hal ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga mencoba memetakan sistem pembelajaran daring yang diimplementasikan oleh dosen di FISHUM. Diskusi ini dikemas dalam kegiatan Sharing Session dengan tema “Metode Pembelajaran Daring” (21/09/2020).

Kegiatan kali ini, dilaksanakan secara online, dengan menggunakan studio utama sekaligus room control di Interactive Center (IC) FISHUM UIN Sunan Kalijaga. Dalam sambutannya, Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) mengapresiasi kinerja para dosen yang telah berupaya dalam kelancaran proses perkuliahan daring selama pandemi Covid-19. Selain itu, beliau juga menyampaikan harapannya terkait proses pembelajaran selanjutnya.

"Proses pembelajaran tidak pernah terlepas dari yang namanya riset dan pengabdian karena kelas adalah suatu ruang yang tidak bersekat, sehingga ruang kelas adalah ruangan terbuka dimana ilmu pengetahuan dan sumber-sumber ilmu baik dari dosen maupun mahasiswa mampu saling mengisi," papar beliau.

Sementara itu, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S.Ag., M.Si. selaku Wakil Rektor 1 turut menyampaikan tausyiahnya terkait penyesuaian sistem pembelajaran daring. Beliau menganjurkan sistem pembelajaran yang didasarkan pada kesepakatan antara dosen dan mahasiswa yang telah lebih dulu disesuaikan dengan kendala yang ada, umumnya seperti kendala kuota data dan sinyal.

Tak hanya itu, jajaran Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora pun turut menyampaikan informasi terkait bidangnya masing-masing. Diawali oleh Dr. Sulistyaningsih, S.Sos., M.Si. selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik yang menyampaikan informasi terkait evaluasi pembelajaran daring pada semester sebelumnya, Wakil Dekan II yakni Dr. Yani Tri Wijayanti, M.Si. dengan pemaparan terkait administrasi fakultas dan ditutup oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan yakni Dr. Badrun Alaena, M.Si yang menyampaikan pemaparan seputar Pengenal Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2020.

Narasumber sharing session juga terdiri dari dosen yang tak kalah menarik. Mereka menyampaikan beberapa hal terutama dalam pembelajaran daring guna pemuasan penyampaian materi. Ambar sari Dewi, S.Sos., M.Si., PhD. Menyampaikan pengalamannya dalam pengajaran daring dengan menggunakan berbagai media pembelajaran mulai dari E learing, Google class, live intagram, Cisco Webex, Discord, Zoom, Google meet, Whathsapp & Youtube, dari berbagai media perlu dipertimbangkan penggunaan platform yang ramah dikantong mahasisiwa, ramah kuota dan ramah resources computer & Hp. Metode pembelajaran kelas dilakukan dari berbagai opsi media yang disesuaikan mahasiswa, dan menghidupkan kelas efektif diberikan ice breaking yang disesuaikan kondisi mahasiswa dengan pengadaan game ataupun kuis dalam sesi materi, ujian dilakukan dengan pembagian kelompok untuk diuji via video call dan diberi pertanyaan secara lisan untuk didiskusikan bersama.

Pembica selanjutnya disampaikan oleh Dr. Rama Kertamukti, S.Sos selaku Kepala Prodi Ilmu Komunikasi berdasarkan analisis pareto 80% diperlukan pendalaman dan verifikasi permasalahan perkuliahan daring seperti permasalahan kuota, gagap teknologi hingga memory yang kurang memadahi, maka diperlukan penggunaaakan aplikasi yang tidak boros kuota serta dapat menggunakan sosial media sebagai ruang diskusi, menggunakan metode pembelajaran podcast yang diakses melalui anchor.fm dengan merekam suara penjelasan materi dan mengirim soft file divia group Whatsapp, atau dapat mengajar dengan merekam layar leptop bersamaan menjelasakan secara langsung mengunakan aplikasi install free screen recorder.

Sedangkan pembicara terakhir, yakni Ratna Mustika Handayani, S.Psi., M.Psi., Psi. yang merupakan peraih IKD tertinggi tingkat Prodi Psikologi menyampaikan pengalaman pembelajaran saring yang dilakukannya proses pembelajran dengan pertimbangan kesiapan mahasiswa dan dosen disesuaikan media pembelajaran yang digunaan, mahasiswa cenderung lebih menyuakai aplikasi yang ramah kuota, mudah digunaan dan mudah dalam penyampaian materi, diperlukan evaluasi disetiap penyampaian materi utnuk mengetahui kendala dan pemahaman mahasiswa, penjelasan teori pembelajarana diperlukan pencontohan secara detail dan real serta disetiap sesiya diberikan ruang tersendiri untuk sesi tanya jawab untuk memperdalam pencapaian penyampaian materi.

Di hari yang sama, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora juga menyelenggarakan 3 agenda sekaligus, yakni konsinyering di pagi harinya, kemudian acara kedua yakni sharing session, dan setelah itu pada siang hari diadakan kegiatan pemilihan senat Fakultas yang dipandu langsung oleh Wakil Dekan II Bidang Administrasi, Dr. Yani Tri Wijayanti, M.Si. (nafa/tim kreatif)

Berita Terpopuler