Short Course Islam in Indonesia 2020

Selasa, 15-17 Desember 2020 Pusat Studi Moga (Moslem Global Affairs) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) menyelenggarakan Short Course Islam in Indonesia. Short Course ini merupakan salah satu program Moga setiap tahunnya, dengan tujuan mengenalkan karakteristik dan keragaman Islam di Indonesia kepada mahasiswa baik dari dalam maupun luar negeri.

Pada tahun ini, sebagai bentuk respon Moga terhadap problem pandemi, Short Course Islam in Indonesia mengambil topik “Islamic Diversity in Response to Pandemic”. Keragaman karakteristik masyarakat Muslim Indonesia memunculkan respon yang beragam dalam menghadapi dan menyikapi pandemi. Hal ini terlihat dalam berbagai praktik ibadah maupun aktivitas sosial-keagamaan di masyarakat. Oleh karenanya, Moga sebagai salah satu pusat studi yang concern dalam isu keIslaman mengangkat isu ini menjadi topik utama dalam Short Course, dan mendapatkan respon serta antusiasme yang besar dari berbagai Ormas Islam di Indonesia maupun peserta.

Acara dikemas selama 3 (tiga) hari dengan pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara daring dan melibatkan 10 narasumber dari dalam dan luar negeri. Sedangkan peserta Short Course diperluas sekupnya tidak hanya untuk mahasiswa asing, namun juga melibatkan seluruh segment perguruan tinggi dan masyarakat yang berminat dengan isu ini. Beberapa session yang pada tahun-tahun sebelumnya mahasiswa diajak ke beberapa tempat wisata religi dan silaturahim ke sekretariat Ormas Islam, tahun ini sessi ini dikemas dalam bentuk video tentang keragaman Islam dan respon masyarakat Muslim Indonesia terhadap pandemi. Diharapkan melalui video ini, keunikan Islam di Indonesia tetap dapat dinikmati oleh peserta meskipun tidak bisa dilakukan dengan kunjungan langsung.

Di hari pertama, peserta diajak untuk mengenal lebih dalam bentuk, karakteristik, dan keragaman Islam di Indonesia. Kemudian dilanjutkan Keynote Speech dari Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Phil Al Makin. Dalam materinya, Prof. Dr. Phil Al Makin menekankan bahwa salah satu karakteristik yang menonjol dari Islam di Indonesia adalah kemampuannya dalam berrelasi secara harmonis dan adaptable dengan budaya, khususnya Jawa. Hal ini menurut beliau tidak lepas dari historitas Islam itu sendiri di Indonesia yang datang secara damai. Sehingga sampai sekarang menghasilkan hubungan yang romantis antara Islam dengan orang Jawa.

Setelah Keynote Speech, acara dilanjutkan dengan pemutaran video Introduction to Islam in Indonesia, yang diisi oleh Achmad Zainal Arifin, Ph.D dosen Sosiologi UIN Suka, dan Ahmad Muttaqin, Ph.D dari Pascasarjana UIN. Dalam video tersebut, keduanya menyampaikan tentang akulturasi Islam dan budaya di Indonesia serta menekankan bagaimana relasi diantara keduanya menghasilkan harmoni di masyarakat. Video tersebut kemudian ditanggapi melalui pemaparan materi dari Prof. Fritz Schulze dari Universitas Gottingen German, dan Dr. Phil Ahmad Norma Permata, M.Ag dari Sosiologi UIN Suka.

Diskusi yang dimoderatori oleh dosen Ilmu Komunikasi Fishum Niken Puspitasari, M.A tersebut, Prof. Fritz Schulze menyampaikan bahwa keragaman Islam di Indonesia memiliki kekhasan tersendiri. Beliau menyorot perkembangan Islam dari sejarah hubungan Islam dan budaya serta corak Islam dari masing-masing tahapan tersebut. Baik dari awal kedatangan, masa kolonialisme, corak dan tahapan hubungannya dengan politik dan negara, serta menekankan bagaimana kelompok-kelompok Islam transnasional jihadist (radical militant group) ikut mewarnai keragaman Islam di Indonesia dalam menciptakan konflik. Di sisi lain, Dr. Phil Ahmad Norma Permata, M.Ag memandang keragaman Islam di Indonesia melalui beberapa tipologi, yaitu scriptualist, traditionist, modernist, revivalist, dan fundamentalist.

Pada hari kedua, Short Course menyorot keragaman Islam di Indonesia yang mewujud dalam berbagai Organisasi Islam (Ormas) tersebut dalam menghadapi pandemi. Untuk mengeksplore topik ini, Moga Fishum mengundang 6 (enam) Ormas Islam di Indonesia, antara lain: NU, PP Muhammadiyah, Persis (Persatuan Islam), Ahmadiyah, MTA (Majelis Tafsir Al Quran), dan PUI (Persatuan Umat Islam). Sessi ini dipandu oleh dosen Psikologi Fishum Sabiqotul Husna, S. Psi., M.Sc, dan diawali dengan pemutaran video tentang “Islamic Diversity in Response to Pandemic”. Video ini menampilkan keragaman ormas Islam di Indonesia dalam beradaptasi dengan pandemi, baik itu dalam penyesuaian praktik ibadah, sosialisasi protokol kesehatan ke masyarakat, edukasi tentang pandemi, dan upaya charity masing-masing Ormas dalam rangka meminimalisir dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi. Video tersebut kemudian ditanggapi melalui pemaparan materi oleh narsum dari masing-masing ormas tersebut, diantaranya Dr. Ahmad Suaedy (NU), dr. Agus Taufiqurrahman, M.Si, Sp.S (Muhammadiyah), Ahmad Saifudin Mutaqi, MT (Ahmadiyah), Asep Kurniawan (PUI), Dr. Haris Muslim, M.A (Persis), dan Suparno, M.App.Sc., Ph. D (MTA).

Di hari ketiga, sebagai penutup dari rangkaian Short Course, keragaman masyarakat Muslim Indonesia dalam menyikapi pandemi ini dibedah secara akademis oleh beberapa narasumber, yaitu Dr. Hj. Siti Ruhaini Dzuhayatin, M.A (dosen UIN Suka dan staf ahli Presiden RI), Dr. Moch Nur Ichwan, M.A (dosen Pascasarjana UIN), dan Ahmad Rizki M.Umar, M.Sc (Doctoral Student di University of Queensland, Australia).

Sebagaimana di sessi 1 dan 2 sebelumnya, sessi terakhir ini juga diawali dengan video tentang masyarakat Muslim Indonesia dalam menyikapi pandemi, dan dipandu oleh dosen Ilmu Komunikasi Fishum, Lukman Nusa, M.Si. Video ini menampilkan berbagai tokoh masyarakat dari akademisi, tenaga kesehatan, tokoh agama, jurnalis, dan tokoh masyarakat. Kemudian Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, M.A menyampaikan materi Contesting Issues Religious Freedom, Health Regime & State in Covid-19 Pandemic. Sedangkan Dr. Moch Nur Ichwan, M.A menyampaikan tentang Rethinking Islam in A Time of Pandemic: Some Key Issue, dan terakhir Ahmad Rizki M. Umar, M. Sc menyorot Islam dan Covid-19: Antara yang “Utopis” dan yang “Ilmiah”.

Acara kemudian ditutup oleh Dekan FISHUM Dr. Mochamad Sodik, M. Si. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi dan antusiame peserta, serta menyampaikan penghargaan kepada para narasumber yang bersedia berbagi pengalaman dan ilmunya. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama via Zoom.

Berita Terpopuler