Persiapan Membuka Kelas Internasional, FISHUM Selenggarakan Workshop Internasionalisasi Kurikulum

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga baru saja menyelenggarakan Workshop Internasionalisasi Kurikulum pada Selasa (10/8) pagi. Dengan mengundang Dr. Pepen Arifin (Fakultas MIPA ITB) sebagai narasumber, kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Phil. Al Makin, S. Ag., M. A., Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S. Ag., M. Si. (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga), Dr. Phil. Sahiron, M. A. (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan), Dr. Abdur Rozaki, S. Ag., M. Si. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama), serta dosen dari FISHUM dan luar FISHUM. Kegiatan workshop dilaksanakan secara hybrid, yang disiarkan langsung dari StudioFISHUM melalui platform Zoom Meeting dan Live YouTube.

Sara Palila, S. Psi., M. A. Psi., selaku ketua panitia menyebutkan bahwa tujuan diadakannya workshop ini tidak lain adalah sebagai upaya dalam membuka kelas internasional di lingkungan FISHUM.

Senada dengan ketua panitia, Dr. Mochamad Sodik, S. Sos., M. Si., selaku dekan FISHUM ikut menyampaikan harapannya dalam Workshop Internasionalisasi Kurikulum.

Sambutan selanjutnya, sekaligus sebagai tanda dibukanya kegiatan Workshop Internasionalisasi Kurikulum disampaikan langsung oleh rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Phil. Al Makin, S. Ag., M. A. Dalam sambutannya beliau menekankan bahwa pembahasan mengenai kurikulum dinilai sangat penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah strategi yang tepat dalam penerapannya. "Untuk mencapai internasionalisasi,tidak jarang perguruan tinggi harus memangkas kurikulum. Sehingga dapat dilihat bahwa perguruan tinggi juga memiliki PR yang berfokus pada etika dan kurikulum," imbuhnya.

Selanjutnya, pemaparan materi disampaikan oleh Dr. Pepen Arifin dalam dua sesi. Pada sesi pertama, beliau menyampaikan latar belakang dalam melakukan internasionalisasi kurikulum melalui akreditasi internasional. Dalam kesempatan ini pula, beliau memaparkan keenam elemen bisnis yang melibatkan kegiatan dalam merumuskan kurikulum. "CPL menjadi acuan dalam merumuskan kurikulum," ungkapnya. Beliau juga menyarankan untuk menggunakan akreditasi OBE sebagai proses untuk internasionalisasi karena dalam standar internasional, setidaknya implementasi OBE berada pada level 4. "OBE bukan berhubungan dengan apa yang diajarkan, tetapi apa yang dapat mahasiswa pelajari selama proses belajar," imbuhnya.

Pada sesi kedua, beliau menegaskan agar dalam perumusan CPL, antara profesional/specialist outcomes dengan social/generic outcomes harus seimbang. Dr Pepen menyarankan untuk menggunakan metode interactive bottom-up sebagai acuan dalam merumuskan metode CPL yang baik dan selaras. "Metode interactive bottom-up dapat dilakukan dengan melakukan klasifikasi klaster terlebih dahulu di awal tahapan sehingga menghasilkan CPL yang sesuai," tegasnya. Di akhir pemaparan, beliau mengajak peserta workshop untuk mengulik contoh pengimplementasian dalam melakukan assessment learning outcomes. (Natasya/Tim Kreatif)