Workshop Metode Riset Komunikasi Kontemporer: Riset Komunkasi dalam Multi Perspektif Keilmuan

Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Usai menggelar kegiatan Workshop Metode Riset Komunikasi Kontemporer “Riset Komunkasi dalam Multi Perspektif Keilmuan”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin hingga Kamis (22-25/11). Pada hari pertama sekaligus Opening Ceremony, turut hadir Rektor UIN Sunan Kalijaga yakni Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A. sebagaikeynote Speaker, Prof. Dr. Phil. Hermin Indah W., M.Si (Guru Besar Ilmu Komunikasi Fisipol UGM) dan Prof. Dr. Iswandi Syahputra, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Sunan Kalijaga) selaku narasumber pada hari pertama workshop. Kegiatan hari ini dilaksanakan secara Hybird (22-23) diInteractive CentreFISHUM dan melalui platform Zoom Meeting dan akan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting (24-25).

Dr. (Cand) Drs. Bono Setyo, M.Si. selaku ketua panitia Workshop Metode Riset Komunikasi Kontemporer menyampaikan ucapakan terimakasih kepada Rektor, Dekan, Wakil Dekan, para Narasumber yang akan menemani dan menshare ilmunya selama kegiatan workshop. Beliau juga menyampaikan informasi terkait narasumber yang akan mengisi selama 4 hari workshop, untuk hari pertama akan diisi oleh Prof. Dr. Phil. Hermin Indah W., M.Si dan Prof. Dr. Iswandi Syahputra, M.Si. pada hari kedua akan diisi oleh Dr. Waryani Fajar R, M.Ag., dan Alia Bihrajihant Raya, Ph.D, untuk hari ketiga akan diisi oleh Prof. Dr. Atwar Badjaro, M.Si., dan Dr. Catur Suratnoaji, M.Si., dan hari keempat akan diisi oleh Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si., dan Dr Puji Lestari, M.Si. “Narasumber yang hebat dan ini memang dihadirkan diakhir tahun oleh prodi Ilmu Komunikasi dengan didukung oleh COMTC (Center of Communication Studies and Training) untuk berbagi sharing pengetahuan, metodelogi dan lain-lain yang berkaitan dengan riset komunikasi kontemporer multiperspektif” sambung beliau ditengah sambutannya. Dan diakhir sambutanya beliau menginformasikan bahwa di hari keempat workshop akan dipersilahkan bagi siapapun yang ingin mengkonsultasikan proposal disertasi bagi dosen maupun tesis mahasiswa S2.

Rektor UIN Sunan Kalijaga yakni Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A. sebagai keynonete speaker pada Workshop Metode Riset Komunikasi Kontemporer “Riset Komunkasi dalam Multi Perspektif Keilmuan”, beliau mensupport kesuksesan acara ini dan beliau berpandangan bahwa ilmu komunikasi itu sangat banyak manfaatnya, beliau yakin dan berharap bahwa narasumber akan menerangkan dan berbagi ilmu tentang komunikasi dan membentuk madzhab sendiri dalam arti bukan menemukan ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan tidak berdiri sendiri sendiri melainkan ilmu pengetahuan sangat berkaitan dengan ilmu pengetahuan lainnya. “Maka sangat penting untuk memakai literatur, sangat penting untuk bergantung pada sanad, transmisi” jelasnya. Diakhir sambutannya beliau tak lupa memberi ucapan selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan workshop ini.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, pada kesempatan kali ini diwakili oleh Wakil Dekan 1 Bidang Akademik yakni Dr. Sulistyaningsih S.Sos., M.Si menyampaikan harapan dengan diadakannya workshop ini yaitu Metode Riset Komunikasi Kontemporer “Riset Komunkasi dalam Multi Perspektif Keilmuan” akan banyak mendapatkan insight baru bagaimana perkembangan metode riset komunikasi kontemporer terutama di era pandemi seperti ini sehingga metodelogi riset kontemporer menjadi penting untuk mengkaji fenomena social dari perspektif komunikasi. Diakhir sambutannya beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tim prodi ilmu komunikasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan beliau juga sekaligus membuka acara ini dengan membaca basmalah.

Pada hari pertama workshop terdapat dua sesi yang dimoderatori langsung oleh Maya Sandra Rosita Dewi M.I.Kom. Adapun Narasumber pada sesi pertama ini yakni Prof. Dr. Phil. Hermin Indah W., M.Si (Guru Besar Ilmu Komunikasi Fisipol UGM) dan Prof. Dr. Iswandi Syahputra, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Sunan Kalijaga) pada sesi kedua. Dalam menyampaikan materinaya, Narasumber sesi pertama yakni Prof. Dr. Phil. Hermin Indah W., M.Si mengemukakan bahwa ketika berbicara mengenai metode, bicara mengenai teori, hal itu berkaitan dengan dengan bagaimana kita bisa menjawab akan krisis dalam society. Revolusi komunikasi menyebabkan suatu crisis komunikasi sehingga para sarjana komunikasi perlu menantang dirinya sendiri untuk menghadirkan trobosan baru, menawarkan perspektif dan mencari metode baru. Komunikasi adalah ilmu yang tidak berada pada zona nyaman, sehingga komunikasi perlu memiliki konteks multiperspektif. Menurut beliau bahwa riset komunikasi kontemporer bisa dipahami sebagai riset yang modis, trendi, baru, dan modern. “Riset komunikasi kontemporer adalah riset yang mengikuti kesiapan moda dan tools yang ada sesuai dengan perkembangan situasi paling akhir dalam masyarakat” jelasnya. Beliau juga mengungkapkan bahwa terdapat kerinduan dalam riset komunikasi dengan warna islami secara kuat karena dalam konteks riset general tidak melakukan riset tersebut secara kuat.

Adapun narasumber sesi kedua yakni Prof. Dr. Iswandi Syahputra, M.Si. beliau memaparkan terkait Kajian Budaya Virtual : Tren, Area, dan Metodelogi Riset Kontemporer. Beliau mengungkapkan bahwa kehadiran media baru melahirkan kekacauan tatanan sosial, dimana kehadiran media baru menandakan era peralihan dan perubahan, dari budaya material ke budaya virtual. Beliau juga menyampaikan terkait risetnya pada tahun 2020 yaitu from street to tweet beliau mencontohkan terkait aksi mahasiswa yang dirasa kehilangan panggung lapangan dalam memikat perhatian pemerintah seperti bakar bakar ban, dan hal tersebut kalah memikat dengan aksi mahasiswa hanya dengan medsos yang kemudian di retweet atau disebar ulangkan dan kemudian viral. “Dan hal ini (melalui medsos) jauh lebih memiliki pengaruh terhadap kebijakan dibanding aksi mahasiswa” jelasnya. Kemudian beliau memaparkan terkait metodelogi penelitian bahwa harus ditemukan sebuah pola dimana proses penelitian dilakukan dengan benar sesuai dengan pendekatan baru agar bisa menyesuaikan dengan persoalan terkait kehidupan budaya virtual.

Adapun hari kedua yang dipandu oleh Lelita Azaria R., S.I.Kom, terdapat dua sesi dengan menghadirkan dua narasumber yang dimoderatori langsung oleh Lelita Azaria R, S.I.Kom. Adapun sesi pertama workshop ini diisi oleh Dr. Waryani Fajar R, M.Ag, (Doses UIN Sunan Kalijaga) beliau membahas terkait moteode riset komunikasi kontemporer perspektif integrasi-interkoneksi. Beliau mengungkapkan bahwa untuk masuk kedalam dunia kontemporer bisa menggunakan teori revolusi industry. Riset kontemporer merupakan riset kekinian, atau riset yang ditemui berdasar fenomena saat ini seperti komunikasi virtual, cyberspace, cyberculture, cyberreligion, teknologi digital dan lain-lain. Basis riset kontemporer ilmu komunikasi dengan hal tersebut harus diperkuat dengan pemahaman terkait bagaimana komunikasi memandang manusia. Kemudian beliau memaparkan bahwa paradigma ingtegrasi-interkoneksi terdiri dari (1) simpelmearbel (Multy, inter, transdisipliner) yaitu akan menciptakan mentalitas saintifik yang baik (2) creative imagination(novelty), dengan memiliki imaginasi yang kreatif akan menghasilkan sesuatu/temuan yang baru/pembaharuan (3) Intersubjective Testability (communicarion) yaitu terkait mentalitas nilai. Adapun sesi kedua ini disisi oleh Alia Bihrajihant Raya, Ph.D (Dosen PKP UGM) terkait Riset Komunikasi dalam Penyuluhan dan Pembangunan. Beliau menerangkan terkait pembangunan berkelanjutan yaitu untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Dalam riset komunikasi terdapat beberapa jenis penelitian diantaranya Experimental studies, Qualitative Research, Mixed Methods Studies. Beliau juga menerangkan terkait etika dalam riset, menurut beliau bahwa etika penelitian sosial dan perilaku adalah tentang menciptakan hubungan saling menghormati, hubungan yang menguntungkan pada kedua belah pihak agar mendapatkan pengetahuan penting dan berguna yang dicari, informan dapat dengan senang menanggapi secara jujur, diperoleh hasil yang valid, dan masyarakat memiliki kesimpulan konstruktif. Beliau juga tidak lupa mengingatkan akan pentingnya inform consent (persetujuan) dan privasi dari setiap subjek riset.

Dihari ketiga materi yang disampaikan ialah Riset Komunikasi Kontemporer (Pendekatan Kualitatif) oleh Prof. Dr. Atwar Bajari, M.SI. (UNPAD) sedangkan materi kedua ialah Riset komunikasi dalam Media Sosial berbasis Big Data oleh Dr. Catur Suratnoaji, M.Si (UPN Jatim). Moderator pada hari ketiga, Rabu, 24 November 2021 ialah Siti Mupida, M.A. Di hari keempat,materi yang disampaikan ialah Riset Komunikasi dalam Bidang Pendidikan dan Politik oleh Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si. dari UPI Bandung dan Dr. Puji Lestari, M.Si. Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UPN Yogyakarta. Hari keempat acara dipandu oleh Bapak Alip Munandar. Acara ini diharapkan mampu memberikan wawasan, pengetahuan dan kemampuan kepada para dosen ilmu komunikasi khususnya dan dosen ilmu sosial humaniora pada umumnya tentang perkembangan riset-riset komunikasi kontemporer dari aspek metodologi, teori atau konsep maupun tema-tema kajian. (Khoerunisa-Natasya)