Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos., M.Si., Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menambah jumlah doktor. Kali ini, gelar doktor baru saja diraih oleh Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos., M.Si., salah satu Dosen Prodi Ilmu Komunikasi. Promosi Doktor kali ini berlangsung di Universitas Gadjah Mada, Selasa, 09 April 2019. Tim Promotor kali ini oleh Prof. Dr. Parni, S.U. dan Dr. agr. Ir. Sri Peni Wastuningsih.

Dr. Mochamad Sodik S.Sos., M.Si., Dekan FISHUM, yang juga hadir dalam acara ini turut mengucapkan selamat atas diraihnya delar Doktor oleh Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos., M.Si., Beliau berharap kedepan, FISHUM akan memiliki lebih banyak Doktor baru. Beliau juga mendukung penuh, dosen-dosen yang akan melanjutkan studi lanjut, baik dari Prodi Ilmu Komunikasi, Psikologi maupun Sosiologi.

Menjadi mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Universitas Gadjah Mada, Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos., M.Si., berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Dalam Disertasinya beliau melakukan penelitian dengan judul “Unsur Pemberdayaan Young Social Entrepreneurs Yogyakarta di Era Digital”.

“Beberapa tahun terakhir, jumlah komunitas social entrepreneurs meningkat di Indonesia. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI Agung Gede Ngurah pada saat acara Wirausaha mandiri di UGM menyatakan bahwa wirausaha muda yang mandiri khususnya bidang sosial terus bermunculan walaupun Indonesia masih ternggal dibanding Singapura yang sudah mencapai 7%,” tulisnya di latar belakang penelitian disertainya.

Menurutnya, Indonesia baru mencapai 1,65% dari total 250 juta penduduk dalam persoalan ini. Angka ini meningkat karena sampai dengan tahun 2014, jumlah wirausaha mandiri dak pernah mencapai angka 1%. Survei yang dilakukan m Marketer menyimpulkan bahwa ada ga subkultur yang mempengaruhi dinamika dunia dan pasar saat ini yakni Youth, Women, Nezen (YWN).

“Pemerintah juga mendorong generasi muda negeri ini untuk berwirausaha demi membuka lapangan pekerjaan karena berdasarkan Badan Pusat Stask (BPS), angka pengangguran di negeri ini mencapai 7,24 juta. Presiden Jokowi bahkan mencanangkan program 1000 teknopreneur sampai 2020. Para teknopreneur yang diharapkan muncul tentunya berasal dari kalangan pemuda yang notabene pegiat dunia digital,” tulisnya lagi.

Bentuk keseriusan program ini adalah menjalin kerjasama dengan Google dalam bentuk edukasi IT dan pemberdayaan ekonomi digital bagi UMKM. Sejumlah kebijakan juga diambil pemerintah untuk mewujudkan upaya visi Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) AAGN Puspayoga menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan pengusaha berbasis teknologi yang usahanya mempunyai dampak sosial. Tokoh-tokoh penggerak juga bermunculan di era digital ini.

“Penelian ini menghasilkan pandangan teorik baru mengenai pemberdayaan dalam dunia digital untuk generasi milenial melalui unsur-unsurnya yang selama ini belum pernah ada dalam ranah penyuluhan dan komunikasi pembangunan,” imbuhnya. (tri)