Selasa, 6 Juni 2017 08:43:28 WIB Dilihat : 109 kali
Yogya-Desakan demi desakan muncul agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) segera mengatur jam tayang infotainment.
Desakan-desakan itu mengemuka dari para peserta Focus Group Discussion (FGD) Panel Ahli Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi Periode 1 Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indinesia (KPI) Pusat kerjasama dengan Fishum UIN Sunan Kalijaga, Selasa (30/5), di hotel Grand Mercure Yogyakarta.
“Regulasi soal tayangan infotainment itu dilarang atau tidak adalah kewenangan KPI. Di luar negeri, infotainment itu diatur jam tayangnya jam sepuluh malam ke atas dan ditayangkan di televisi berbayar. Kami benar-benar berharap agar KPI membuat regulasi soal tayangan infotainment karena sangat meresahkan. Infotainment itu lebih banyak ke arah jeleknya,” kata salah satu panel ahli, Pandapotan Rambe, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi ((FISE) Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo)
Pandaipotan melihat ada masyarakat yang memang tidak suka dengan tayangan infotainment dan ada sebagian masyarakat lain yang menikmatinya sebagai hiburan
Sebelumnya, dua panelis lainnya yaitu Mokhamad Mahfud, M.Si dan Siantari Rihartono, M.Si yang merupakan dosen prodi ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum) UIN Sunan Kalijaga meminta supaya tayangan infotainment itu dihapus saja.
Menurut Mahfud, tayangan infotainment banyak ghibahnya dan tidak memiliki nilai positif. Dia menyayangkan banyaknya infotainment yang justru hanya menyajikan informasi seputar ruang privasi artis.
Begitu juga pendapat Siantari, dia menilai meski risih dengan tayangan infotainment tapi ada masyarakat yang suka. “Infotainment lebih baik dihapus saja,” tegas Siantari
Pada kesempatan itu, Ketua KPID DIY, Sapardiyono, menyatakan sudah mengusulkan kepada KPI pusat agar regulasi infotainment diubah.
“Infotainment itu sudah banyak dinilai buruk. Kami sudah lama mengusulkan agar regulasinya diubah,” tambah Sapar.
Menurut koordinator survey wilayah Yogyakarta, Bono Setyo, M.Si, dalam FGD itu, para Panel Ahli memberikan penilaian kepada salah satu siaran televisi yaitu Program Acara Infotainment dengan delapan indikator kualitas. Di antaranya yaitu memberikan informasi baru dan inspiratif tentang peristiwa dan pendapat yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat serta tidak menyajikan konten tentang permasalahan pribadi kecuali demi kepentingan publik.
"Selain memberikan penilaian secara kualitatif, para panel ahli juga diminta menilai secara kuantitatif dengan skala 1-4," jelas Bono

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom