Rabu, 11 Oktober 2017 10:04:31 WIB Dilihat : 105 kali

Berbicara mengenai pembangunan, para ahli memberikan definisi yang bermacam-macam seperti halnya perencanaan. Istilah pembangunan bisa saja diartikan berbeda oleh satu orang dengan orang lain, daerah yang satu dengan daerah lainnya, Negara satu dengan Negara lain. Namun secara umum ada suatu kesepakatan bahwa pembangunan merupakan proses untuk melakukan perubahan (Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, 2005).

Butuh peran penting dari semua elemen dalam pembangunan sebuah bangsa. Khususnya untuk menuju masyarakat modern, peran masyarakat dalam proses pengkotaan sangatlah penting. Tidak hanya pemerintah yang bekerja untuk pembangunan, masyarakat secara keseluruhan bahkan wajib ikut serta menjadi aktor pembangunan sebuah bangsa.

Demikian disampaikan oleh Prof. Gottfried Zantke dalam seminar series yang ke-2, Selasa, 10 Oktober 2017 kemarin. Dalam seminar series yang bertemakan “Community Initiatives, Participatory Models”, beliau juga memberi contoh kepada peserta tentang kondisi sosial dan apa yang terjadi kota Bremen, Jerman pada tahun 70-an.

Saat itu, pemerintah Jerman berencana memodernkan kota Bremen dengan menghancurkan bangunan-bangunan bersejarah di sana. Akan tetapi masyarakat tidak setuju, yang kemudian masyarakat mengorganisir diri untuk bertemu dengan pemerintah. Pada akhirnya perencanaan pembangunan tersebut ditolak. Mulai dari hal tersebut masyarakat di Bremen menjadi lebih kritis dalam menghadapi masalah, khusunya tentang pembangunan.

Prof. Zantke juga menyatakan bahwasannya masyarakat memang harus kritis dan turut berpartisipasi dalam menghadapi pembangunan. Karena dengan hal tersebut akan memunculkan kesepahaman dan rasa memiliki yang tinggi akan kota atau tempat yang mereka diami.

Terlihat antusias peserta dari kalangan mahasiswa yang ikut hadir meramaikan acara ini. Seminar series ini merupakan seminar series yang kedua dari serangkaian 5 sesi seminar. Bertempat di Interactive Center (IC) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga, seminar ke-2 ini dilaksanakan setelah suksesnya seminar series pertama yang bertemakan “Sociocultural Framework for Urban Development: Theories and Practices”. Pembuka acara kali ini ialah Ketua Prodi Sosiologi Achmad Zainal Arifin, M.A., Ph.D. serta dimoderatori oleh Dosen Prodi Sosiologi Achmad Uzair, S.IP., M.A, Ph.D. (kharolin-tri/FISHUM)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom