Rabu, 10 Januari 2018 14:47:40 WIB Dilihat : 36 kali

Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan sosialisasi perpustakaan kepada seluruh Fakultas di UIN Sunan Kalijaga. Tidak terkecuali, sosialisasi ini juga dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM), Rabu 10 Januari 2018. Bertempat di ruang sidang lantai 2 FISHUM, kegiatan ini dihadiri oleh banyak pihak, baik dari prodi Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Psikologi dan tim dari perpustakaan itu sendiri.

“Pada kesempatan hari ini kita akan Thalabul ‘ilmi dengan Bu Labibah dan tim. Kita ingin support keilmuan secara bersama-sama. Karena ini menjadi bagian dari dunia akademik yang akan mengembangkan keilmuan. Bisa memanfaatkan baik lewat e-learning dan lain sebagainya,” tutur Dr. Mochamad Sodik S.Sos,. M.Si selaku Dekan FISHUM.

Menurutnya, dukungan terhadap perpustakaan dari FISHUM ditunjukan dengan pengiriman SAP ke perpustakaan lebih dahulu dari pada Fakultas lain. sedangkan Baliau juga mengusulkan agar kedepannya, dukungan ini bisa bervariasi seperti bisa melalui kegiatan rekreasi perpustakaan. “Kita ingin menunjukan bahwa kita mencintai perpustakaan,” imbuhnya lagi.

Sementara itu Dra. Labibah Zain, MLIS selaku Kepala Perpus UIN Sunan Kalijaga saat sosialisasi menjelaskan bahwa masalah yang biasanya dihadapi ialah kurang maksimalnya penggunaan fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan. Maka pihak perpus beriktikad untuk menyelenggarakan sosialiasi ke setiap Fakultas. “Supaya kita tau dan paham apa saja yang dimiliki perpus UIN. Selain itu, menjaring feed back dari bapak ibu semua. Supaya kita mengetahui apa yang dibutuhkan. Kemudian, menjalin PKS yang di dalamnya ada draft perjanjian kerjasama antara Dekan dan perpustakaan,” kata Labibah.

Selain menjaring masukan, pertemuan kali ini juga mensosialisasikan website perpus, koleksi jurnal, buku serta pentingnya literasi informasi di dunia akademik khususnya bagi mahasiswa. Supaya referensi yang digunakan mahasiswa dalam mengerjakan tugas atau membuat karya ilmiah yang kaitannya dengan keilmuan memiliki validitas sumber dan data yang jelas.

“Ketika kita berada di era digital, kita bukan kekurangan informasi tapi malah kebanyakan informasi. Maka kita sering temui bahwa karya tulis ilmiah sumbernya blogspot, wordpress, wikipedia dan lain sebagainya. Orang bingung menentukan informasi yang valid. Kalau di perpustakaan mempunyai informasi yang valid tersebut,” imbuh Labibah.

Kelemahan dari mahasiswa menurut beliau ialah mengevaluasi informasi apakah itu valid atau tidak. Siklus ilmu pengetahuan, literasi informasi itu bagaimana seseorang mencari ide dan informasi baru kemudian di evaluasi apakah sumbernya valid atau tidak, lalu kemudian menjadi sebuah tulisan yang layak dipublikasikan. Kurangnya memahami mencari infornasi valid, melahirkan banyaknya karya ilmiah yang mengandung unsur plagiasi. “Kenapa plagiat itu ada?. Karena memang tidak diajarkan plagiat itu apa. Maka, harus ada sosialisasi terlebih dahulu. Karena menjadi penting bagi mahasiswa untuk dalami dunia literasi informasi,” jelasnya lagi.

Terlihat hadir dalam sosialisasi kali ini Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, M.Si Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Sabarudin, M.Si Wakil Dekan Bidang Adm. Umum, Kepegawaian dan Perencanaan, Dr. Sulistyaningsih, S.Sos, M.Si Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni , Dra. Budhi Susilowati Kepala Bagian Tata Usaha dan jajarannya, serta dosen dari Ilmu Komunikasi, Sosiologi, dan Psikologi. (tri)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom