Senin, 25 Agustus 2014 16:09:21 WIB Dilihat : 2048 kali

Mulai Sabang sampai Meraoke, 8 hari yang lalu tepatnya pada tanggal 17 Agustus seluruh pelosok negeri ini telah memperingati hari proklamasi kemerdekaan Indonesia yang ke-69. Di depan istana negara ditandai dengan pengibaran sang pusaka “Bendera Merah Putih”, begitu pula di tempat-tempat lain, baik di pemerintah daerah maupun pemerintah kabupaten.

Karena dirasa masih ada aroma momentum hari kemerdekan. Maka panitia OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta. Membuat aksi kreatif pada saat penutupan OPAK 2014, yakni ditandai pengibaran sang pusaka merah putih sepanjang 87 meter, yang diikuti sebanyak 236 Mahasiswa baruFakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Acara tersebut berlangsung selama dua jam mulai jam 15.30 hingga jam 17.30 WIB pada hari Sabtu 23 Agustus 2014 di depan kantor Rektorat Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Acara kreatif dan inovatif tersebut bertemakan “Nasionalisme dan kemerdekan harga mati”. Peserta OPAK Fishum (Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora) merasa sangat senang dan bangga karena dapat bersama-sama, bersatu dalam satu tujuan, berdiri dalam satu naungan sang saka merah putih. Dalam pengibaran sang saka tersebut mahasiswa baru juga serentak dan kompak menyanyikan lagu-lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya, Darah Juang, Buruh Tani dan lagu-lagu kebangsaan lainnya.

Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Ahmad Zuhri menuturkan bahwa acara ini sebagai bentuk rasa syukur yang telah diberikan oleh tuhan yakni berupa kemerdekaan. “acara sebagai bentuk penghormatan kepada pejuang sekaligus memberikan pelajaran khususnya kepada mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora bahwasanya kemerdekan merupakan limpahanrahmat tuhan yang harus disyukuri’’.

Kemudian Zuhri juga menuturkan bahwasanya OPAK di Fishum ingin menghapus anggapan yang selama ini tidak baik, yang identik dengan kekerasan. “Dengan pembentangan bendera besar ini sebenarnya ingin mengajak kepada mahasiswa baru untuk membuat gerakan anti kekerasan diganti dengan gerakan kreatif dan inovatif”, ujar Zuhri. Acara pengibaran bendera kali ini terbuat dari kain yang dibawa oleh peserta OPAK, yang putra membawa kain warna merah dan warna putih bagi yang putri.Selanjutnya,kain tersebutdisatukan menjadi sang pusaka “merah putih” dengan menggunakan jahitan tangan. “mahasiswa baru disuruh membuat bendera dengan menggunakan jahitan tanganagar mereka ingat sang pusaka yang dikibarkan pertama adalah merupakan hasil jahitan tangan Fatmawati istri sang Proklamator Bung karno”, kata Zuhri.

Begitu pula dengan yang disampaikan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Lutfi Afif Azzainuri menyampaikan.Acara ini merupakan aksi kreatif pertama yang dilaksanakan di Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai bentuk penyampaian nilai-nilai yang terkandung dalam momentum kemerdekaan. “tujuan lembaga kemahasiswaan (LKM) ialahingin memyampaikan aroma hari kemerdekaan 17 agustus yang diperingati beberapa hari yang lalu walaupun momentumnya sudah lewat”.

Lutfi menambahkan, dengan di adakannya acara ini mahasiswa diharapakan dapat lebih memahami perihal yang berkaitan dengan isu-isu kebangsaan. “LKM ingin menyampaikan juga kepada mahasiwa baru bahwasanya Fishum merupakan fakultas yang tidak hanya menekankan mahasiswa terhadap persoalan akademik akan tetapi juga mengenai persoalan kebangsaan, sosial dan hal-hal lainyang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat’’, kata Lutfi.

Ketua panitia OPAK Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Muhammad Faqih menuturkan ingin menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Karena mahasiswa baru yang notabennya banyak dari SMA/MA masih minim pengetahuan tentang pengetahuan tentang kebangsaan. “Dengan adanya pengibaran sang pusaka kali ini sebenarnya saya ingin memberikan pemahaman bagi mahasiswa baru agar lebih cinta terhadap tanah air”. Kemudian Faqih juga menambahkan ingin menyatukan satu pemahaman mahasiswa baru yang berasal dari berbagai suku dan budaya. “berbeda-beda akan tetapi tetap dalam satu naungan yaitu sang saka merah putih. Karena bangsa ini juga dibangun atas perstuan suku dan budaya”, lanjut Faqih.

Salah satu mahasiswa baru yang mengikuti OPAK selama tiga hari dari kamis-sabtu 21-23 merasa sangat senang mengikuti rangkaian pelaksanaan Opak dari hari pertama hingga hari terakhir. “Acara penutupan opak yang ditandai dengan pembentangan bendera merah putih saya belum menemukan di kampus manapun, ini adalah pengalaman yang tak akan pernah terlupakan”, ujar Asrindon (18th) mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi. Dia juga mengakui kehebatan panitia yang telah membuat konsep pengibaran bendera. “saya sampaikan kepada panitia bahwasanya acara ini sangat spektakuler dan sangat keren, mengibarkan bendera merah putih sambil menyanyikan lagu kebangsaan”. ujar Asrindon.

Sama halnya dengan penyampaian Sekar putri (18th) mahasiswa psikologi Fakultas ilmu sosial dan humaniora ia mengaku sangat senang bisa menjadi bagian dari Fishum yang rata-rata mahasiswanya yang kreatif. “Senang bisa menciptakan bendera sepanjang ini di Fishum dengan menggunakan jahitan tangan”.Sekar menambahkan bahwasanya dia tidak pernah menemukan kekerasan yang dilakukan panitia pada saat pelaksanaan Opak. “Sangat bangga kepada panitia karena dalam pelaksanaan OPAK ini sangat sesuai dengan prosedur.Artinyapanitia tidak pernah menerapkan sistem kekerasan”. kata Sekar.

Terakhir harapan dari ketua panitia OPAK Fishum 2014agar mahasiswa kedepannya lebih bertanggung jawab dan lebih berkomitmen dalam persolan apapun terutama dalam hal kecintaan terhadap negeri ini “ Ujar Fagih.

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom