Selasa, 3 Mei 2016 12:00:28 WIB Dilihat : 532 kali

Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora menghadiri undangan diskusi lintas Mahasiswa. Diskusi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) bertemakan “Kapitalisasi Pendidikan, Industrialisasi VS Hak Warga” bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei 2016. Diskusi ini diisi oleh pemateri dari Dosen Universitas Widya Mataram. Salah satunya, Paharizal S.Sos.,MA Dosen Fisipol UWMY dan Puji Qomariyah S.Sos.,M.Si yang juga dosen Fisipol UWMY.

Pemateri menjelaskan bahwa kapitalisasi pendidikan sudah marak di Indonesia. Bagaimana sekolah-sekolah terutama sekolah swasta yang begitu mahal dan hanya bisa diakses oleh kaum menengah keatas. Sedangkan kelas menengah kebawah, mereka akan sulit untuk mendapatkan kemudahan dalam hal pendidikan. Ini menjadi permasalahan tersendiri bagi Indonesia.

Menurut Paharizal S.Sos.,MA bangsa Indonesia sudah memiliki slogan dari pejuang pendidikan yang harusnya di terapkan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Tokoh pendidikan di Indonesia salah satunya adalah Ki Hadjar Dewantara. Beliau mengajarkan 3 slogan pendidikan yaitu, ”Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan menjadi contoh atau panutan), Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah berbuat keseimbangan atau penjalaran), Tut WuriHandayani (Di belakang membuat dorongan atau mendorong)”.

“Selain bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, diskusi lintas mahasiswa juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antara mahasiswa khususnya Prodi Sosiologi. Itu kenapa kami juga mengundang sahabat-sahabat Sosiologi dari Universitas Islam Negeri Yogyakarta (UIN SUKA)”. Begitu kata ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi UWMY Urlik Hufum August.

Dari Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora sendiri diwakili oleh tiga orang. Salah satunya wakil dari HMPS sendiri, yaitu Putri Amalia Zain (Sosiologi 2014), Istiqomah (Sosiologi 2014) serta Tri muryani (Sosiologi 2015). Menurut wakil dari HMPS Sosiologi, acara seperti ini patut diapresiasi. Karena menurutnya acara seperti ini dapat menambah pengetahuan tentang bagaimana kapitalisme merambah dunia pendidikan di Indonesia. Khususnya komersialisasi pada sekolah berbasis swasta. Jadi acara ini dapat menginspirasi HMPS dari berbagai Universitas khususnya Program Studi Sosiologi untuk mengetahui dan memahami lebih tentang pendidikan masa kini. “Selain menginspirasi, patutnya kita mengapresiasi acara itu apalagi keynote speaker yang hadir juga cukup kompeten di bidangnya”. Imbuhnya. (tri).

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom