Puluhan Mahasiswa FISHUM yang Masih di Jogja Dapat Bantuan Sembako dari Komunitas Kartini UIN Sunan Kalijaga

Sebanyak 87 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga mendapatkan bantuan sembako dari Komunitas Kartini. Tidak hanya FISHUM, Komunitas Kartini UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga memberikan bantuan berupa sembako kepada ratusan mahasiswa UIN yang masih tinggal di kos. Menurut keterangan dari koordinator Komunitas Kartini, Labibah Zain pada saat kami wawancarai (5/4/2020), pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respon cepat dari Komunitas Kartini terhadap adanya pandemi Covid-19.

Selanjutnya, Labibah memaparkan bahwa gerakan ini merupakan gerakan spontanitas para dosen perempuan UIN Sunaan Kalijaga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Namun, gerakan spontan ini kemudian menjadi gerakan yang sistematis dan sinergis karena didukung oleh keluarga besar UIN Sunan Kalijaga.

Bersama dengan anggota komunitas Kartini lainnya, Dra. Labibah Zain,M.LIS, menjalin komunikasi dengan Plt. Rektor Dr. Phil. Sahiron, M.A dan Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Dr. Waryono, M.Ag. Bahkan Dr. Phil. Sahiron, M.A berkenan meninjau langsung pendistribusian bantuan sembako kepada mahasiswa yang bertempat di KPN (Koperasi) UIN Sunan Kalijaga.

“Ini sekarang kita (komunitas kartini) sedang mengadakan kegiatan yakni membantu mahasiswa yang masih berada di kos selama adanya pandemi covid-19 ini. Kami melakukan penggalangan dana di Wa grup dosen, tendik dan alumni UIN Sunan Kalijaga. Alhamdulilah semuanya merespon positif dan dengan suka rela meberikan donasi melalui komunitas Kartini”, kata Labibah.

“Ternyata, ketika kita mendata mahasiswa, jumlahnya menjadi fantastis yaitu 1099 mahasiswa yang masih tinggal di kos (yogyakarta). Akhirnya, baru 300-an mahasiswa saja yang diberikan tahap pertama dan kemudian tahap 2 , 500 mahasiswa bisa mendapatkan bantuan dan Insyaalloh akan ada tahap 3. Jadi, sampai sekarang ada 800 mahasiswa sudah menerima bantuan dari Kartini UIN Sunan Kalijaga. Bantuan Itu kami bagi rata setiap Fakultas dan Pasca Sarjana juga mahasiswa internasional,” terangnya lagi.

Kriteria mendapatkan bantuan ialah harus masih kos di Yogyakarta. Bukan yang tinggal di rumah. Baru kemudian setelah itu mendaftar kepada Wakil Dekan III masing-masing fakultas. Apabila kartini sudah siap, maka kami akan menghubungi wakil dekan masing-masing fakultas untuk mengirimkan daftar tersebut.

“Setelah itu, baru masuk ke teknis pendistribusian. Kami japri atau kami bikinkan group supaya mereka bisa datang untuk mengambil donasi ke posko kartini,” katanya.

Pendataan mahasiswa oleh Komunitas Kartini masih mengalir. Tahap-tahap berikutnya juga masih akan dilakukan. Apalagi pembagian donasi tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan banyaknya mahasiswa hanya dalam datu tahap, maka panitia akan membagikan secara bertahap.

“Kita japri mahasiswa yang sudah list, baru setelah itu mahasiswa mengambil ke sini seperti sistem drive-through Supaya tidak menjadi berkerumun,” jelasnya.

Labibah berharap adanya kegiatan ini bisa menginspirasi orang lain, komunitas lain, organisasi lain, untuk bisa mengadakan gerakan yang peduli kepada masyarakat. Itu yang dilakukan sampai saat ini. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa yang sedang belajar dari kos dan dari rumah untuk selalu tenang menghadapi persoalan ini tetapi, tetap harus waspada.

“Apa saja yang dianjurkan teman-teman dari bidang kesehatan seperti harus selalu cuci tangan, kemudian tidak boleh menyentuh wajah, pokoknya kita harus tetap waspada dan ikuti petunjuk dinas kesehatan dan yang berwenang. Selain itu kita harus waspada dengan berita-berita yang berseliweran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Literasi informasi menjadi sangat penting, tetapi kemudian belajar di rumah kita nikmati saja dengan santai kemudian ada hikmahnya karena kita menjadi lebih dekat dengan keluarga,” imbuhnya.

Sampai saat ini (10/04/2020) yakni selama 10 hari gerakan Kartini sudah bisa berdonasi dan memberikan 800 paket sembako dan sudah bisa melampaui target 100 juta rupiah. Sementara ini yang sedang bertugas di komunitas kartini ialah Dra. Labibah Zain,M.LIS, Dr Witriani,M.Hum, Dr. Sunaryati,M.Si, Fatma Amalia,S.Ag, M.Si, Dr. Inayah Rohmaniyah,M.A, Dr. Sri Sumarni,M.Pd, Dra. Evi Septiani, TH, M.Si, Prof Dr. Euis Nurlaelawati,M.A, Dr. Alimatul Qibtiyah, M.A, Prof. Dr. Marhumah, M.Ag, Dr Siti Ruhaini,M.A, Dr. Casmini,M.Si, Dr Nurus Sa'adah,M.Si,Psi, Dr. Ro'fah, M.A, Dr. Sri Harini,M.Si, Dr. Sulistyaningsih,M.Si, Dr. Shofwatul Uyun, M.S.T, Vita Vitria,M.Ag, Dr. Sri Wahyuni,M.Ag, Dr. Lindra Darnela M.A, Nur Riani, SIP., M.A. Afni Khofsoh, S.Ag, M.Ag, Nora Saiva Jannana, M.Pd, Zusiana Elly Triantini,M.Si, dan ibu-ibu dosen di UIN Sunan Kalijaga.

Sebagai informasi tambahan, Komunitas Kartini yang sudah terbentuk sejak 2 tahun lalu memang sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan. Terutama bagi perempuan-perempuan dan isu disekitar UIN Sunan Kalijaga. Menurut Labibah Zain, Kartini terdiri dari terdiri dari para dosen perempuan dari semua Fakultas yang sering berkegiatan bersama, secara independen dan kreatif.

Kegiatan-kegiatannya berkaitan dengan Empowering (pemberdayaan) perempuan mengadvokasi yang lemah dengan cara yang kreatif. Kartini UIN Sunan Kalijaga juga pernah mengadakan baca puisi bersama yang diikuti oleh dosen perempuan yang isinya adalah menyebarkan nilai-nilai pemberdayaan perempuan dalam bentuk sajak. (tri)