Sosialisasi dan Workshop Kurikulum Tahun 2020

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Sosialisasi dan Workshop Kurikulum Tahun 2020 (18 Juni 2020). Sosialisasi dan Workshop Kurikulum kali ini berlangsung di Ruang Sidang Lt. 2 FISHUM UIN Sunan Kalijaga. Dr. Waryono, M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dalam sambutannya menyatakan bahwa Pandemi Covid-19 memiliki banyak hikmah terutama dalam hal Informasi Teknologi (IT).

Menurutnya, dalam konsep kampus merdeka dari buku saku kemenristekdikti bermakna bahwa kampus bebas memiliki pilihan-pilihan dalam pembelajaran. “Untuk universitas, bagamana persiapan kita? Apa yang perlu kita sediakan. Ada beberapa model untuk penerapan kampus merdeka. Kampus merdeka harus dibuka dengan bekerjasama dengan lembaga lain yang mendukung cita-cita mahasisswa yang tidak tersedia di kampus,” tuturnya.

Hal-hal yang mendukung adanya peningkatan skill mashasiswa menjadi perioritas. Misalnya dengan program magang, pertukaran mahasiswa dengan kampus lain, melakukan kerja sama yang mendukung SKPI mahasiswa dan lain sebagainya. Disamping pertukaran, menurut beliau, proses pengkaderan untuk menjadi dosen. Perlu merekrut mahasiswa yang mempunyai potensi besar untuk menjadi dosen. Perlu ada pengkaderan SDM dari alumni.

“Meskipun ASN dibuka umum tetapi pengkaderan dari dalam UIN sendiri sangat penting. Roadmap penelitian harus lebih terarah. Sebagai contoh Fisipol UGM langsung tanggap dalam melakukan riset tentang covid. Tradisi penelitian kita belum bagus dan roadmap penelitian belum jelas. Kalau roadmap jelas pasti langkah-langkah juga jelas. LSP pas dengan konsep kampus merdeka. Sertifikat tidak hanya untuk internal UIN tetapi juga dari luar,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang akademik UIN Sunan Kalijaga pada tahun 2015 UIN mengajak LPM untuk melakukan review kurikulum. “Tahun 2015, bersama Mas Fachry (LPM) melakukan kurikulum harus segera di review. Apakah sudah ada KKNI. Kami secepatnya menyusun buku pedoman kurikulum. Fishum 2015/2016 sudah lengkap. Ada satu fakultas yang lambat, karena diskusinya masih menanyaakan kenapa pakai KKNI. Orang sudah menerapkan, harusnya kita tetap melangkah. Kita meneruskan kurikulum KKNI yang sudah diterapkan sejak tahun 2016, dan kita kembangkan penyesuaian-penyesuaian yang ada di dunia luar,” jelasnya.

Pada awal tahun 2020, saat raker di semarang beliau menyampaikan untuk penyesuaian kurikulum. Ada pedoman baru, ada kampus merdeka dan ada pandemi covid-19. Maka harus ada penyesuaian. UIN leading, tapi saat itu belum bergerak. Pedoman kurikulum sudah lama disusun, dan mari kita implentasikan. Secara legal sudah ada kepastian dari rektor ke para dekan dan direktur pasca.

“Kurikulum barui ini harus segera di implementasikan. Ada atau tidak ada covid, dan ada atau tidak adanya kampus merdeka,ini keharusan dari user dan kewajiban bagi stakeholder. Ada 20 langkah implementasi kurikulum UIN Sunan Kalijag--a yang mengacu pada KKNI, SNPT, Integrasi-interkoneksi dan kampus merdeka). CP mata kuliah, bentuk jenis pembelajaran, pencapaian ada di RPS,” imbuhnya.

Merespon hal ini, Dr. H. Muhammad Fakhri Husein, S.E., M.Si., selaku Ketua Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga menjelaskan bahwa Prosedur penyusunan kurikulum mengacu KKNI, SNPT, Integrasi-interkoneksi dan kampus merdeka. Core values UIN Sunan Kalijaga masuk sebagai dasar kurikulum. UIN peduli dengan difabel itu masuk dalam core values. Apakah ada core values yang bisa diturunkan ke mata kuliah. Kebijakan kampus merdeka, dokumen sudah selesain akhir 2019.

“Bulan maret ada pendemi kita smua dituntut untuk menyesuaikan secara regulasi. Kampus merdeka memberikan kebebasan 3 semester untuk mengambil di kampus lain di luar prodi. Kita sudah punya pedoman hak belajar, dokumen MoU dengan mitra. SPK dengan mitra untuk dapat mengimplementasikan kampus merdeka. Prodi mulai melakukan berbagai MoU dengan lembaga-lembaga,” jelasnya.

Bentuk kegiatan kampus merdeka: KKN tematik (membangun desa), pertukaran pelajar, magang (170 menit per minggu), asisten mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/ proyek independen. PEO (Program Educational Objective).

Terlihat hadir dalam sosialisasi kali ini Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si., selaku Dekan FISHUM, Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Sabarudin, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi, dan Dr. Sulistyaningsih, S.Sos., M.Si., Selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan. Achmad Zainal Arifin, M.A., Ph.D Kaprodi Sosiologi, Lisnawati, S.Psi., M.Psi Kaprodi Psikologi, Mayreyna Nurwardani, S.Psi., M.Psi Sekprodi Psikologi, Drs. Siantari Rihartono, M.Si Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Yani Tri Wijayanti, S.Sos, M.Si Sekprodi Ilmu Komunikasi, serta dari PSMF Dra. Marfuah Sri Sanityastuti, M.Si., dari PSMP Raden Rachmy Diana, S. Psi., M.A., Psi, Dr. Astri Hanjarwati, S.Sos., M.A. dan Niken Puspitasari, S.IP., M.A. serta beberapa dosen.

Berita Terpopuler