UIN Sunan Kalijaga Gelar FGD Riset Indeks Kualitas Program Siaran TV Periode II

Yogyakarta (16/11). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Riset Indeks Kualitas Program Siaran TV Periode II. Acara ini merupakan kelanjutan dari FGD periode I dan diikuti oleh seluruh tim informan ahli yang berasal dari berbagai kompetensi, Pengendali Lapangan Riset DIY Bono Setyo, M.Si. dan Agnes Dwirusjiyanti, S.Pd perwakilan dari KPID DIY selaku tim monitoring. Format acara yang diselenggarakan tidak jauh berbeda dengan periode sebelumnya, yakni dengan pembagian menjadi beberapa sesi sesuai dengan kluster masing-masing. Yang menjadi pembeda dari kegiatan sebelumnya, untuk tayangan di periode II ini tim informan ahli diberikan materi tayangan yang berbeda dengan periode sebelumnya namun dari stasiun televisi di kategori yang sama. Dengan sampel tayangan yang beragam ini, diharapkan akan timbul beragam respon dari informan baik yang mengalami perubahan kearah isi tayangan yang lebih baik, atau respon lainnya.

Dekan Fishum UIN Sunan Kalijaga Dr. Mochammad Sodik, M.Si, selaku wakil Koordinator area riset DIY, yang turut hadir dalam acara pembukaan memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini yang secara rutin dilakukan oleh KPI Pusat bekerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga, “Saya sangat berterimakasih kepada KPI Pusat yang telah mempercaya kami dalam kerjasama yang telah terjalin sejak tahun 2015 ini. Bahkan UIN Sunan Kalijaga menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang turut serta dalam kegiatan riset beskala nasional ini”, jelas Sodik.

Sementara itu Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Phil. Al Makin, S.Ag., M.A, selaku Koordinator area riset DIY mengawali sambutan dengan mengatakan “ Semoga acara ini bisa memperluas jaringan serta berbuat sesuatu untuk bangsa”. Setelah mempelajari laporan dari KPI mengenai Riset Indeks Kualitas Program TV ini, Al Makin berpendapat bahwa “walaupun peran TV hampir tergeser oleh kehadiran media social, akan tetapi peran televisi tetaplah penting bagi perkembangan kehidupan berbangsa”. Beliau juga berpesan agar siaran program televisi yang kurang mendidik harus perlu dikaji ulang, sehingga televisi benar-benar dapat menjadi media yang mendidik dan mencerahkan bagi masyarakat di tengah-tengah maraknya media social saat ini.

Dilain pihak, Komisioner KPI Pusat Hardly Stefano yang memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan ini mengatakan “catatan tertulis yang telah informan sampaikan kepada KPI Pusat diharapkan menghasilkan sebuah konsensus bersama untuk menjadi sebuah angka indeks dari masing-masing kategori program”. Beliau juga menjelaskan bahwa riset ini dimaksudkan sebagai alternatif informasi terhadap industri penyiaran, agar tidak semata-mata menggunakan data kuantitatif berupa riset kepemirsaan (riset khalayak) tetapi juga memperhatikan catatan-catatan dari riset indeks kualitas ini, agar nantinya hasil evaluasi ini menghasilkan output siaran yang baik bagi masyarakat.

FGD dilakukan 3 tahap/kluster dengan dimoderatori oleh Andi Andrianto ketua Litbang KPI Pusat. Pada kluster pertama, dilakukan FGD dengan kategori Berita, Talkshow, dan Infotainment. Kluster kedua kategori Variety Show, Sinetron, dan Tayangan Wisata Budaya. Kluster terakhir dengan kategori Anak, Religi, dan Talkshow Non Berita. Pada masing-masing kluster, informan diminta oleh moderator untuk memaparkan hasil riset yang telah dianalisis. Informan juga diminta untuk menyampaikan hasil penilaian beserta analisis dari masing-masing pernyataan dan juga menanggapi informan lain yang memiliki cara pandang lain dalam menganalisis. Pada setiap akhir sesi kluster, Agnes Dwirusjianti, S.Pd sebagai tim monitoring dari KPID DIY diminta untuk memberikan statement mengenai hasil diskusi dan pembahasan dari masing-masing informan.

May/Han

Berita Terpopuler