Pembekalan Wisuda Periode 1 Tahun Akademik 2020/2021

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora menggelar Pembekalan Wisuda Periode 1 Tahun Akademik 2020/2021 pada Kamis (19/11) pagi. Acara ini disiarkan langsung dari Interactive Center (IC) melalui aplikasi Zoom meeting dan YouTube. Total peserta Pembekalan Wisuda Periode 1 ini adalah 66 wisudawan/wisudawati dengan rincian 21 mahasiswa Psikologi, 12 mahasiswa Sosiologi dan 33 mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Wakil Dekan Bidang Akademik FISHUM, Dr. Sulistyaningsih, S.Sos., M.Si. dalam laporannya menyebutkan ada 34 mahasiswa dengan predikat Cumlaude, diantaranya 8 mahasiswa Psikologi, 6 mahasiswa Sosiologi dan 20 mahasiswa Ilmu Komunikasi. Sementara untuk Predikat Terbaik diberikan kepada Risma Inayah (Prodi Psikologi) dengan IPK 3,79. Untuk predikat skripsi terbaik diberikan pada satu mahasiswa dari masing-masing program studi dengan rincian, prodi Psikologi atas nama Akrimna Rahmatika IPK 3,60, prodi Sosiologi atas nama Siti Ernawati IPK 3,45 dan prodi Ilmu Komunikasi atas nama Raka Artha Perdana IPK 3,58.

Laporan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, diantaranya sambutan calon wisudawan/wisudawati yang diwakili oleh Risma Inayah, sambutan wali calon wisudawan/wisudawati oleh Muhammad Riadi dan sambutan Dekan FISHUM oleh Dr. Mochamad Sodik, S.Sos, M.Si.

Dalam sambutannya, Dr. Mochamad Sodik, S.Sos, M.Si. menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus pesan untuk para wisudawan/wisudawati terkait pentingnya Core velues UIN Sunan Kalijaga dalam kehidupan bahkan ketika mereka telah lulus dari kampus tersebut. Sambutan beliau akhiri dengan menyerahkan kembali mahasiswa-mahasiswi kepada orang tua/wali.

Acara inti dari Pembekalan Wisuda Periode 1 Tahun Akademik 2020/2021 adalah sharing session yang dinarasumberi langsung oleh Early Dewi Nuriana, S.Psi, Psikolog (ILO Project Coordinator of HIV/AIDS in the World of Work) dengan moderator yakni Very Julianto, S. Psi, M. Psi (Dosen Psikologi, FISHUM, UIN Sunan Kalijaga).

Dalam pemaparannya, Early Dewi Nuriana, S.Psi, Psikolog. mengungkapkan bahwa ILO atau Internasional Labour Organization (badan perburuhan internasional) memiliki visi meningkatkan keadilan sosial-ekonomi melalui penerapan standar internasional ketenagakerjaan. Konsen ILO menurut penuturan beliau ada pada program pekerjaan layak nasional prioritas 2020-2025, khususnya pada peningkatan perlindungan bagi kelompok pekerja rentan.

Peran ILO secara makro kepada pemerintah Indonesia yakni melalui Asistensi Teknis dengan melakukan Konvensi Internasional Ketenagakerjaan Fundamental dan menurunkannya dalam bentuk undang-undang. Disebutkan pula bahwa ada 8 konvensi internasional ketenagakerjaan fundamental yang telah diratifikasi oleh Indonesia. Sementara terkait kasus nasional HIV/AIDS di dunia kerja, beliau mengungkapkan adanya upaya guna mempromosikan keadilan sosial dengan harapan perusahaan mempunyai kebijakan non-diskriminasi di tempat kerja.

Di bagian akhir pemaparannya, Early juga menegaskan sikap mental, kompetensi dan hal-hal yang perlu diperhatikan guna menghadapi tantangan pekerjaan masa depan yang masih sukar diprediksi. Beliau juga meninggalkan pesan bahwa "yang harus diingat “Respect Your Competence”, hargai kompetensimu maka kamu akan meraih mimpimu." (Natasyha/Tim Kreatif)

Berita Terpopuler