Pertemuan Ikatan Sosiologi Indonesia Cabang Yogyakarta Berlangsung di FISHUM UIN Sunan Kalijaga

Pada hari Jum’at (11/1/2019) Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Cabang Yogyakarta mengadakan pertemuan di Ruang Sidang Lantai II Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga. Pertemuan ini dihadiri oleh pegiat sosiologi dari berbagai instansi kampus di Yogyakarta dan sekitarnya. Diantarayang hadir dalam kegiatan ini ialah dari UGM adalah Dr. Arie Sujito, S.S.Sos., M.Si dan Dr. Suharko, S.Sos., M.Si. Dari kampus UNY yang hadir Prof. Dr Siti Irene Astuti D., M.Si, Dr. Bayu Sugeng W, M.Si dan Ariefa Efianingrum, S.Sos., M.Si. Dari UWMY yang hadir Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si. Dari UAJY Dr. V. Sundari H, S.Sos., M.Si. Dari UNS Solo Dr. Sigit Pranawa, M.Si. Dari tuan rumah FISHUM UIN Sunan Kalijaga yang hadir adalah Dr. Mochamad Sodik, M.Si, Dr. Sulistyaningsih, M.Si, Achmad Zainal Arifin, M.A,. Ph.D, Dr. Napsiah, S.Sos., M.Si dan Agus Saputro, M.Si.

Pada sambutan acara Dr. Mochamad Sodik, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora merasa bangga dan senang telah dihadiri para senior, dan berpesan kepada anggota ISI Cabang Jogja untuk memanfaatkan waktu untuk kemajuan asosiasi. Selanjutnya sambutan diutarakan oleh Dr. Suharko, S.Sos., M.Si selaku Ketua ISI Cabang Jogja, beliau menyarankan kepada anggota yang konsern dalam kajian sosiologi untuk aktif dalam asosiasi.

Dalam pertemuan ini Dr. Arie Sujito, S.S.Sos., M.Si selaku Sekjen ISI Nasional dan pengajar UGM memberikan beberapa gagasan terkait misi ke depan ISI Cabang Jogja sebagai asosiasi profesi yang konsern pada isu-isu sosial. Arie ingin menjadikan ISI sebagai wadah untuk bekerja bersama. Berkumpul bersama untuk memperkuat dan mengaktifasi kegiatan. Memanfaatkan akar ilmu yang ragam dalam kajian sosial untuk menghidupkan sosiologi. Arie juga mengingatkan kepada anggota terkait hasil Kongres ISI Nasional yang sebelumnya diselenggarakan di Makassar, yakni untuk mendorong sosiolog tidak hanya di kampus untuk keluar mengambil peran ke ormas dan organisasi besar lain. Menciptakan peran yang sifatnya kolektif.

Dalam hal akademis, Arie juga berharap pertemuan ISI Cabang Jogja mampu dimanfaatkan sebagai sharing formal. Anggota ISI yang lintas profesi atau beragam fokus kajian sosiologi mampu dimanfaatkan untuk menciptakan sesuatu. Misalkan diskursus terkait jurnal. Jurnal selalu menjadi obrolan, akan tetapi hanya persyaratan administrasi dan kepentingan kenaikan pangkat, sebaiknya sharing jurnal isinya formal untuk akademik. Arie juga mengungkapkan perlu hal-hal yang dikerjakan bareng akan tetapi juga perlu adanya capaian yang ingin dicapai. Misalkan UIN Jogja konsen agama sangat progresif maka UGM akan belajar denagan UIN Jogja, jika UGM bagus dalam politik maka UGM akan saling sharing dengan UIN Jogja. Diakhir Arie mengingatkan bahwa ISI Nasional akan mengadakan Raker pada Maret di Jogja, dan ISI Jogja harus berbuat sesuatu untuk Sharing Pengetahuan. Diskusi dengan kualitas yang baik akan menghasilkan sesuatu.

Dalam pertemuan ISI di Fakultas Ilmu Sosial UIN Sunan Kalijaga juga menghasilkan beberapa masukan demi kemajuan ISI. Dr. Sigit Pranawa, M.Si pengajar UNS Solo, berharap semoga pertemuan di FISHUM menjadi pemicu untuk pertemuan selanjutnya. Sebaiknya ada pertemuan rutin yang disepakati agar tidak hilang. Sigit juga mengingatkan pentingnya menentukan arah ke depan ISI akan dilaksanakan seperti apa. Usulan untuk ISI selaku asosiasi profesi untuk memberikan sertifikasi kepada sosiolog. Ada raker sekaligus ada seminar kecil-kecilan untuk sarana tukar pikiran atau atau bahkan dalam bentuk buku. Tidak hanya ngumpul tapi ada sesuatu yang sifatnya produktif. Misal respon terkait masalah lokal yang sering terabaikan. Sigit juga berpendapat ISI harus disinergikan seperti APPSI, membuat kerjasama untuk dimasukkan logo asosiasi dalam jurnal. ISI sebagai profesi, APPSI sebagai asosiasi program studi. Dr. Sulistyaningsih, M.Si sebagai pengajar di Prodi Sosiologi FISHUM juga memberikan usulan betapa pentingnya bukti keanggotaan ISI untuk administrasi misal untuk serdos, angka KUM, akreditasi sehingga perlu adanya penerbitan kartu keanggotaan.

Prof. Dr Siti Irene Astuti D., M.Si dari UNY memberikan masukan bahwa Sosiolog perlu mengadakan action. Perlu adanya pemetaan expert masing-masing sehingga ketika akan melakukan riset kolaboratif ingin kerjasama dengan siapa akan semakin mudah. Dari anggota menulis terkait ke-expertannya untuk dijadikan buku. Memasukkan kajian mitigasi juga sebagai konsen dalam sosiologi. Sosiolog diharapkan memberikan gagasan khususnya terkait mitigasi.

Diakhir pertemuan, Dr. Bayu Sugeng W, M.Si pegiat sosiologi dari UNY memberikan penegasan pentingnya mendokumentasikan pemikiran melalui media atau tulisan. Dan M.Si, Achmad Zainal Arifin, M.A,. Ph.D selaku Kaprodi Sosiologi FISHUM menegaskan kembali pentingnya pertemuan rutin dan keistiqomahan dalam mengikuti pertemuan. Akhirnya pertemuan di FISHUM ini menyepakati adanya pertemuan rutin. Pertemuan akan diselenggarakan setiap bulan sekali dihari Jum’at, di minggu kedua dan tempat bergilir sesuai instansi anggota ISI Cabang Jogja. (Agus)

Berita Terkait

Berita Terpopuler