Kisah Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang Menjadi Juara Lomba

Berprestasi dan berkarya memang sudah menjadi tugas dari mahasiswa. Sebagai kaum intelektual, ia memiliki tanggungjawab untuk meninggalkan jejak akademik yang baik. Terutama untuk ikut berkontribusi menciptakan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Hal ini bisa dilakukan dan diwujudkan oleh mahasiswa melalui karya nyata dan prestasi yang ia raih.

Minggu ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga, berhasil menyabet beberapa juara. Salah satunya Tim PRO 2 yang terdiri dari Iin Fitria Adecandra, Alifia Nurul Fadhilah, Aisyah Anggun Wijareni, dan Firmansyah Tri Kurniawantelah berhasil menyabet prestasi Juara 3 Tingkat Nasional. Mereka mendapatkan juara III, Lomba Pure Competition cabang Crisis Management yang diadakan oleh Prodi Public Relations Fakultas Teknologi Informasi UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) di Salatiga, Jawa Tengah.

Acara tersebut digelar selama 2 (dua) hari, dimulai dari tanggal 4 Maret 2019 yang merupakan tahap 1 sampai dengan tanggal 5 Maret 2019 yang merupakan tahap grand final sekaligus awarding night dari Pure Competition.

Firmansyah Tri Kurniawan, salah satu anggota tim Pro 2 mengatakan dengan mengikuti lomba seperti ini harapannya bisa membantu memajukan komunitas PRO untuk meraih banyak prestasi lagi kedepannya. Pencapaian ini merupakan langkah awal bagi komunitas PRO yang merupakan sebuah komunitas mahasiswa yang mempunyai komitmen untuk mempelajari disiplin keilmuan Public Relations.

Sehingga bisa membuktikan bahwa mahasiswa-mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga mampu berkompetisi melalui karyanya. “Semuanya tak lepas dari dukungan dan do’a yang diberikan baik dari Fakultas maupun dari Komunitas PRO sendiri,” tutup Firman.

Selain Tim Pro, Zainul Hadi, mahasiswa Ilmu Komunikasi juga berhasil meraih juara 3 lomba foto dengan tema "Human Interest: Bahagia itu Sederhana Ala Anak 90-an,” yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Ekonomika UII.

“Pada zaman dahulu radio adalah salah satu teman bermain dan teman belajar anak-anak, selain jadi teman belajar mendengarkan radio jg bisa untuk mengasah imajinasi anak dan radio jg salah satu tempat mendapatkan wawasan yg berisi informasi dan berita terkini,”. begitu tulisnya sebagai caption foto yang ia ambil.

Terlihat dalam foto tersebut, seorang anak kecik sedang memainkan dan mendengarkan radio dengan kakeknya. Terlihat akrab, dengan kakeknya, anak tersebut memegang radio tahun 90-an di kedai preparasi jam tangan dan kacamata.

Saat dihubungi, Zainul Hadi mengaku bahwa ia memang memiliki semangat untuk berkarya sejak dari dulu. Hobinya di dunia fotografi membuatnya sering mengikuti lomba-lomba terkait dengan fotografi. Ia juga berharap, banyak mahasiswa FISHUM yang memiliki semangat yang sama. Karena, di era keterbukaan informasi, mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkarya, dalam bidang apapun. (Tri)

Liputan Terpopuler