Adakan International Media Conference, UPN Jatim Gandeng Jurnal Komunikasi Profetik

Dalam rangka kegiatan International Media Conference (IMC) ke-2 Prodi Ilmu komunikasi FISIP UPN Jatim menggandeng Jurnal Komunikasi Profetik sebagai salah satu mitra. Hal ini dikuatkan dengan adanya MoU dengan panitia IMC UPN Surabaya pada Selasa, tanggal 06/08/2019.

Menurut keterangan tertulis dari Drs. Bono Setyo, M.Si., selaku ComTC (Center of Communication Studies and Training), Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHum) sekaligus sebagai Dosen Ilmu Komunikasi, MoU kali ini merupakan bentuk dari pengembangan jaringan.

“Saat ini Jurnal Komunikasi Profetik telah terakreditasi sinta 2, namun perbaikan kualitas jurnal dan pengembangan networking terus dilakukan. Diharapkan dengan mou ini minat peserta IMC-2 akan meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitasnya dibanding dengan IMC tahun sebelumnya,” jelasya secara tertulis.

Hadir dalam acara tersebut Rama Kertamukti, S.Sos., MSn., selaku chief editor Jurnal Profetik didampingi Drs. Bono Setyo, M.Si. dan dari pihak panitia IMC-2 hadir ketua panitia didamping Dekan FISIP serta Dr. Yuli Candrasari selaku ketua prodi ilmu komunikasi FISIP UPN Jawa Timur.

Menurut keterangan Rama Kertamukti, S.Sos., MSn, selaku Chief Editor, Jurnal komunikasi profetik merupakan Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan April dan Oktober, sebagai jurnal studi Ilmu Komunikasi. Direktur Jenderal Penelitian dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia telah mengakreditasi Sinta 2 Profetik Jurnal Komunikasi untuk 2019-2024 (SK Kemenristekdikti No. 10 / E / KPT / 2019), berlaku Vol11 No.2 Oktober 2018.

“S2 itu nialinya itu sekitar 70 sampai 85. 85 sampai 100 itu S1, untuk mendapatkan S2 itu sekarang berbasis digital. Nggak seperti dulu manual, jadi yang dilihat pertama ya biasanya penyebaran ya. Dilihat dari apa, kunjungan tiap hari berapa. Kalau dulu kan dilihat dari penyebaran kirim via pos kalau sekarang kan dilihat dari jumlah Viewer-nya,” jelas Rama saat ditemui di Prodi Ilmu Komunikasi, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kunjungan ke halaman Jurnal Profetik sudah terhitung lumayan. Setiap harinya, minimal 80 viewer dari berbagai negara yang mengakses jurnal-jurnal yang tersedia di Jurnal Komunikasi Profetik. Selain banyaknya kunjungan secara digital, akreditasi juga dilihat dari Sumber Daya Manusianya (SDM).

“Kemudian yang kedua, dari sisi SDM nya. Editor dan Reviewernya. Editor kita memang sudah beragam, dari dari UNPAD, dari Bappenas, Kominfo, banyak sih sebenarnya. Dari UNY dari UNDIP. Terus reviwer kita Alhamdulillah sudah empat negara. Ada yang dari Turkey, Australia, Malaysia dan dari kita Indonesia. Itu dari editornya,” imbuhnya lagi.

Liputan Terkait

Liputan Terpopuler