Induksi Terkait Penjaminan Mutu oleh Lembaga Penjaminan Mutu UIN Sunan Kalijaga

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga mengadakan rapat koordinasi Fakultas (RKF), Jumat, 23 Oktober 2020. Rapat kali ini berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 FISHUM. Selain koordinasi, dalam rapat kali ini juga diadakan Induksi Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu. Rapat dibuka langsung oleh Dr. Sulistyaningsih, S.Sos., M.Si. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga.

Dalam sambutannya, Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. Dekan FISHUM UIN Sunan Kalijaga menjelaskan bahwa Dulu akreditasi belum seperti sekarang, sekarang sudah ada LPM (Lembaga Penjaminan Mutu). “Dulu reputasi sangat penting, tetapi sekarang tidak hanya reputasi tetapi juga akreditasi juga penting. Dalam proses reakreditasi yang didampingi oleh LPM kita sudah meraih A untuk prodi Sosiologi dan IKom, sebentar lagi Psikologi akan rekareditasi yang 9 kriteria,” tuturnya.

Beliau juga berterimakasih kepada tim dari LPM UIN Sunan Kalijaga. “Dalam berproses perbedaan individu itu hal yang wajar, tetapi dalam rangka mewujudkan sebuah cita-cita dan tujuan serta visi-misi maka jalan saja karena untuk kebaikan bersama,” imbuhnya.

Nuristighfari MasriKhaerani, S.Psi., M.Psi. Dosen Psikologi yang dalam hal ini mewakili LPM menyampaikan materi mengenai beberapa poin penting akreditasi di UIN Sunan Kalijaga. “UIN sudah terakreditasi A sampai tahun 2023. 34 Prodi di UIN Sunan Kalijaga teakreditasi A. Kita juga sudah sertikasi ISO. Desember kita akan ada AL untuk AUN QA. Ada 13 prodi UIN yang punya cita2 Menuju unggul di 2023 tetapi prosesnya kita mulai dari sekarang,” jelasnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa kedepannya LPM merencanakan program bersinergi dengan akreditasi berbasis 9 kriteria. “AMI kedepan akan diselenggarakan setahun 2 kali. Kerja LPM sekarang lebih berbasis ke akreditasi. Analisis Informasi Publikasi Internasional (AIPIP) bertugas memberikan dukungan kepada prodi dan fakultas tentang informasi,” jelasnya lagi.

Dalam hal sinergi, nanti PTIPD yang menyediakan data tentang profi mahasiswa dan dosen dan data seluruh UIN, tetapi belum tahu secara detailnya. “Selanjutnya kita akan mulai menerapakan digitalisasi. AMI dimulai periode ini secara online atau daring, untuk periode ini masih menggunakan form manual karena sistem sedang dinuat oleh PTIP,” imbuhnya. (tri)

Liputan Terpopuler