YOGYAKARTA – Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
(FISHUM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menerima
kunjungan studi banding dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN
Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung pada Kamis, 30 April 2026. Bertempat di Ruang
Multimedia Lt. 1 FISHUM, kunjungan lintas provinsi ini bertujuan untuk bertukar
informasi, pengalaman, serta praktik baik (best practices) terkait tata
kelola kelembagaan dan pengembangan Program Studi Magister (S2).
Rombongan delegasi FISIP UIN SGD yang dipimpin oleh Wakil
Dekan Bidang Akademik, Prof. Dr. Adon Nasurullah Jamaludin, M.Ag., disambut
hangat oleh jajaran pimpinan FISHUM. Dekan FISHUM, Prof. Dr. Erika Setyanti
Kusumaputri, S.Psi., M.Si., menyampaikan apresiasi tertingginya atas inisiatif
kunjungan tersebut. “Kami merasa sangat terhormat Bapak dan Ibu pimpinan dari
FISIP UIN SGD berkenan mengunjungi FISHUM untuk studi banding. Kami harapkan
kita bisa saling belajar dan berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas
kelembagaan,” ungkap Prof. Erika.
Mewakili rombongan tamu, Prof. Adon turut mengungkapkan rasa
terima kasih dan kebahagiaannya. “Kami sangat bangga, sangat bahagia bisa
belajar ke FISHUM UIN Sunan Kalijaga, biar bagaimanapun sesama UIN rasanya
seperti keluarga atau saudara,” tuturnya.
Berperan sebagai tuan rumah di antaranya adalah Wakil Dekan Bidang
Administrasi Umum dan Keuangan Dr. Astri Hanjarwati, S.Sos., M.A., Kepala
Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Enny Iroh Hayati, S.E., M.S.I., perwakilan Ketua dan
Sekretaris Program Studi S2, serta tenaga kependidikan bagian akademik.
Setelah sesi penyerahan cenderamata, acara dilanjutkan dengan sharing session yang mengupas berbagai aspek strategis fakultas. Sejalan dengan fokus penataan restrukturisasi laboratorium dan pengembangan International Undergraduate Program (IUP) di lingkungan FISHUM baru-baru ini, diskusi langsung mengerucut pada tata kelola program IUP dan skema student mobility mandiri. Dari ranah akademik, kedua fakultas saling bertukar taktik mengenai upaya pendongkrakan animo mahasiswa Magister (S2) melalui sistem sosialisasi jemput bola dan wacana implementasi kelas hybrid. Diskusi akademik ini juga menyinggung formula penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) S2, peluang beasiswa, hingga kesiapan menghadapi penilaian akreditasi internasional ACQUIN.
Diharapkan kunjungan dinas ini dapat menjadi media pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik baik yang berkelanjutan dalam rangka memperkuat manajemen organisasi serta layanan akademik di masing-masing fakultas. (K.Ind)