Dilihat 0 Kali

07_189_Sync & Sanity BG rama diah.png
Dosen FISHUM UIN Sunan Kalijaga Tampil dalam Simposium Internasional Sync & Sanity tentang Digital Well-being

Sabtu, 16 Mei 2026 17:25:00 WIB

Dosen FISHUM UIN Sunan Kalijaga Tampil dalam Simposium Internasional Sync & Sanity tentang Digital Well-being

Dua dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Diah Ajeng Purwani dan Dr. Rama Kertamukti (Dosen S2 Media dan Komunikasi dan peneliti di Pusat Studi Digital Creative Movements), telah berpartisipasi sebagai pembicara dalam Sync & Sanity: International Symposium on Digital Well-being yang diselenggarakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.30 hingga 17.00 dan menggunakan format bilingual symposium dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia/Bahasa.

Simposium ini terlaksana melalui kolaborasi sejumlah institusi tinggi, yaitu Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Malaysian Institute of Information Technology (MIIT), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, SALWA Selangor, Association for Creative Culture Industries Researchers (ACCIR), dan Wadah Selangor. Kolaborasi lintas institusi ini menunjukkan kuatnya perhatian bersama terhadap tema digital literacy, mental resilience, dan sustainable connectivity dalam konteks kesejahteraan digital. Forum ini diposisikan sebagai ruang temu bagi scholars, practitioners, policymakers, and community advocates untuk mengeksplorasi isu-isu seperti literasi digital, keamanan online, ketahanan mental, penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, dan keterlibatan sehat dalam masyarakat digital yang semakin terkoneksi.

Dalam forum tersebut, Dr. Diah Ajeng Purwani tampil pada Plenary Session 1 pukul 10.00–11.00 dengan topik “Muslim Voices on TikTok: Story Telling, Peer Power and Digital Well-being in the Affiliate Era.” Dr. Diah Ajeng Purwani adalah dosen dan peneliti dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dengan kepakaran di bidang communication, khususnya digital empowerment communication, community development, marketing, dan public speaking.

Sementara itu, Dr. Rama Kertamukti tampil pada Plenary Session 3 pukul 2.00–3.00 pm dengan topik “Pause Before You Post: Komunikasi Visual, Kesejahteraan Digital, dan Etika Online di Indonesia.”  Dr. Rama Kertamukti diperkenalkan sebagai dosen dan peneliti dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga yang memiliki kepakaran pada media studies, cyberculture, new media, visual communication, dan digital communication.

Selain dua dosen FISHUM UIN Sunan Kalijaga, simposium ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lain dari berbagai institusi dan bidang keahlian. Pada Plenary Session 1, hadir Ts. Dr. Juliana Jaafar dari Universiti Kuala Lumpur, Malaysian Institute of Information Technology, yang membawakan topik “Beyond the Feed: Algorithm Literacy for a Healthier Digital Society,” serta Ms. Hira Ashraf dari Universiti Kuala Lumpur, yang mengangkat tema “Exploring Content Polarization and Algorithmic Influence on TikTok Among Malaysian Users.” Dalam sesi yang sama, hadir pula Dini Farhana Baharudin, PhD dari Universiti Sains Islam Malaysia, yang menyampaikan topik “Gratitude and Inner Peace in the Digital Era.”

Pada Plenary Session 2, simposium menghadirkan Madam Mediha Mahmood, Chief Executive Officer Communications and Multimedia Content Forum of Malaysia, dengan topik “The Feed Is Not Neutral: Digital Well-being in the Age of Algorithmic Influence.” Sesi ini juga diisi oleh Prof. Dr. Khairul Anwar @ Johari Mastor dari Universiti Sains Islam Malaysia, serta Assoc. Prof. Ir. Dr. Sami Salama Hussen Hajjaj dari Multimedia University, yang membawakan materi “Digital Well-being in the Age of Artificial Intelligence.”

Pada Plenary Session 3, selain Dr. Rama Kertamukti, hadir Assoc. Prof. Dr. Shafizan Mohamed dari International Islamic University Malaysia dengan topik “Rethinking How We Protect Children Online in Malaysia,” dan Assoc. Prof. Ts. Dr. Nur Izura Udzir dari Universiti Putra Malaysia yang menyampaikan topik “The Impact of Technology on Mental Health.”

Adapun pada Plenary Session 4, tampil Dr. Kim Ringmar Sylwander dari Digital Futures for Children Centre, London School of Economics and Political Science (LSE), UK, serta Associate Professor Dr. Nur Kareelawati Abd Karim dari Universiti Sains Islam Malaysia, yang membawakan topik “Interns Behind the Screen: Invisible Labour and Digital Well-being in Creative Media Work.” Sesi terakhir juga menghadirkan Jawahir Che Mustapha, PhD dari Universiti Kuala Lumpur, Malaysian Institute of Information Technology, dengan topik “Dari Scroll ke Sedar: Bila ‘Saya Share Je’ Menjadi Tanggungjawab Digital.”

Keikutsertaan Dr. Diah Ajeng Purwani dan Dr. Rama Kertamukti dalam forum ini menunjukkan kontribusi aktif FISHUM UIN Sunan Kalijaga dalam percakapan akademik internasional mengenai komunikasi digital, budaya media, etika online, dan kesejahteraan digital. Partisipasi ini sekaligus memperkuat posisi FISHUM dalam jejaring akademik lintas negara, khususnya pada isu-isu strategis yang berkaitan dengan transformasi komunikasi di era digital.

Melalui forum semacam ini, FISHUM UIN Sunan Kalijaga tidak hanya memperluas jejaring kerja sama akademik internasional, tetapi juga memperkaya pengembangan riset, pembelajaran, dan pengabdian masyarakat, terutama dalam merespons tantangan masyarakat digital kontemporer secara kritis, etis, dan humanis.