Center for Disaster Literacy Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Diskusi Akademik Internasional bertema “Disaster Trauma Intervention” dengan menghadirkan Dr. Jack Leslie Redfern, Jr., D.Min., M.Div., B.A., seorang akademisi dan praktisi internasional dari Goshen College, Amerika Serikat.
Acara yang berlangsung di Ruang Multimedia Lt. 1 FISHUM ini dimoderatori oleh Ummu Samhah Mufarrihah, dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, dan dihadiri oleh mahasiswa pascasarjana, dosen, serta peneliti lintas disiplin yang tertarik pada isu trauma, bencana, dan intervensi berbasis masyarakat.
Dalam paparannya, Dr. Redfern menekankan pentingnya pendekatan holistik dan berpusat pada komunitas (community-centered approach) dalam menghadapi trauma akibat bencana. Ia menjelaskan bahwa penanganan trauma tidak hanya menyentuh aspek psikologis individu, tetapi juga menuntut adanya pemulihan sosial, spiritual, dan struktural yang berpihak pada keadilan dan pemberdayaan komunitas terdampak.
“Trauma tidak dapat dipulihkan hanya dengan terapi individu. Masyarakat perlu menjadi bagian dari proses pemulihan itu sendiri—membangun ketahanan bersama dan memperkuat solidaritas sosial,” ujar Dr. Redfern.
Sebagai Direktur Institut Kemitraan Akademisi Indonesia dan Afiliasi Fakultas Studi Perdamaian di Departemen Perdamaian, Keadilan, dan Masyarakat Goshen College, Dr. Redfern telah memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di Virginia, Amerika Serikat, dan Indonesia. Ia juga merupakan salah satu pendiri Community Impact RVA, organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan komunitas di wilayah-wilayah yang kurang terlayani di Richmond, VA, serta bekerja di Amerika Tengah, Afrika, dan Asia dalam kolaborasi dengan LSM dan kelompok lokal.
Diskusi ini menjadi bagian dari agenda internasionalisasi FISHUM UIN Sunan Kalijaga dalam memperkuat literasi kebencanaan dan kesadaran trauma di lingkungan akademik. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan baru yang memperkuat kolaborasi global antara akademisi Indonesia dan lembaga internasional dalam penanganan trauma pascabencana berbasis nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
“Kegiatan ini memperluas perspektif mahasiswa dan dosen terhadap pentingnya memahami dimensi sosial dan spiritual dalam intervensi trauma. Kehadiran Dr. Redfern memberikan inspirasi konkret bagi pengembangan disaster literacy di kampus,” ujar moderator Ummu Samhah Mufarrihah.
Acara berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab mendalam yang membahas praktik terbaik intervensi trauma di berbagai belahan dunia, termasuk konteks bencana di Indonesia.
Melalui inisiatif seperti ini, FISHUM UIN Sunan Kalijaga terus berkomitmen menjadi Fakultas yang fokus pada kajian dan pengembangan literasi kemanusiaan, mempertemukan ilmu sosial, komunikasi, dan nilai-nilai Islam dalam menghadapi tantangan global masa kini.