Dilihat 0 Kali

07_919_WhatsApp Image 2026-04-22 at 06.59.04.jpeg
Koordinasi Pengelolaan Jurnal UIN Sunan Kalijaga Dorong Tata Kelola APC yang Transparan dan Penguatan Reputasi Jurnal

Selasa, 21 April 2026 07:10:00 WIB

Koordinasi Pengelolaan Jurnal UIN Sunan Kalijaga Dorong Tata Kelola APC yang Transparan dan Penguatan Reputasi Jurnal

Rumah Jurnal FISHUM UIN Sunan Kalijaga diwakili Dr. Rama Kertamukti dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Jurnal UIN Sunan Kalijaga Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga. Forum ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola jurnal yang profesional, akuntabel, dan transparan, khususnya terkait mekanisme pembiayaan Article Processing Charge (APC), pelaporan LPJ/SPJ, serta strategi peningkatan kualitas dan reputasi jurnal.

Rapat dibuka oleh Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum, S.E.I., M.Sc.Fin., yang menekankan bahwa pengelolaan keuangan jurnal dari APC harus dilakukan secara terstruktur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dana yang masuk, menurut forum, perlu diarahkan secara jelas untuk kebutuhan reviewer, editor, dan operasional jurnal, dengan dukungan bukti administrasi yang rapi agar memudahkan pelaporan dan audit.

Dalam pembahasan rapat, para pengelola jurnal dari berbagai fakultas menyampaikan sejumlah persoalan mendasar, mulai dari belum seragamnya format laporan keuangan, belum jelasnya mekanisme rekening penampung dana jurnal, hingga kebutuhan penyusunan aturan tertulis yang dapat menjadi pedoman bersama dalam pengelolaan APC. Forum juga menyoroti pentingnya menghindari penggunaan rekening pribadi dalam pengelolaan dana jurnal serta perlunya kepastian alur dana yang sah, sederhana, dan tidak menyulitkan pengelola. Mewakili Rumah Jurnal FISHUM, Dr. Rama Kertamukti menyoroti bahwa pengelolaan jurnal masih menghadapi tantangan dalam penyusunan anggaran karena kebutuhan jurnal bersifat kompleks, mencakup biaya editor, reviewer, pengindeksan, asosiasi, dan agenda pengembangan tahunan. Menurutnya, variasi nilai APC antarsatu jurnal dengan jurnal lain juga membuat skema anggaran yang terlalu kaku menjadi kurang relevan. Karena itu, diperlukan model anggaran yang lebih fleksibel, berbasis output, serta memberi kejelasan mengenai kemungkinan penggunaan dana jurnal untuk pengembangan reputasi, termasuk kebutuhan menuju indeksasi bereputasi internasional.

Selain aspek tata kelola keuangan, rapat juga menekankan pentingnya strategi penguatan sitasi dan publikasi jurnal internal UIN Sunan Kalijaga. Dalam konteks ini, Dr. Rama Kertamukti mendorong langkah yang lebih aktif untuk membangun budaya sitasi di lingkungan akademik, antara lain melalui edukasi kepada penulis, penguatan promosi karya ilmiah, serta kemungkinan pemberian insentif bagi penulis yang artikelnya memiliki dampak sitasi yang baik. Upaya tersebut dipandang penting untuk memperkuat posisi jurnal internal sekaligus mendukung peningkatan kinerja akademik dosen dan reputasi kelembagaan. Forum rapat juga mencatat perlunya strategi kolaboratif untuk mendukung peningkatan jumlah publikasi dan sitasi, antara lain melalui kerja sama dengan pusat studi, konferensi, serta pengembangan special issue atau proceeding yang dapat menopang akselerasi jurnal menuju indeksasi yang lebih tinggi. Pada saat yang sama, pengelola jurnal diharapkan dapat lebih fokus pada pengembangan kualitas jurnal, sementara aspek administrasi dan keuangan perlu didukung oleh sistem kelembagaan yang lebih tertata.

Sebagai tindak lanjut, rapat menghasilkan beberapa poin penting, di antaranya perlunya mekanisme pembayaran APC melalui transfer langsung yang disertai bukti administrasi, pembentukan rekening penampung resmi melalui mekanisme institusi, penegasan posisi pengelolaan APC apakah berada di tingkat fakultas atau terpusat di LPPM, penyusunan komponen pembiayaan yang dapat dimasukkan dalam mekanisme pencairan, peningkatan transparansi pengelolaan jurnal, penetapan nominal insentif pengelola jurnal, serta dorongan untuk menyiapkan special issue/proceeding bagi sejumlah jurnal yang diarahkan menuju Scopus. Melalui rapat koordinasi ini, UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pengelolaan jurnal yang semakin sehat, akuntabel, dan berdaya saing, sejalan dengan target peningkatan mutu publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.