Bekerjasama Dengan KEMENAKER, DEMA FISHUM Adakan Expo TKM

Pada kesempatan kali ini, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia bekerjasama dengan DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHum) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan "Expo Hasil Pemberdayaan TKM 2019 dan Festival Cinta Negeri" yang dilaksanakan di Interactive Center FISHum pada hari Kamis (21/11/2019). Expo TKM merupakan agenda follow up dari KEMENAKER yang diadakan di kampus karena kampus merupakan ruang akademisi dan ruang intelektual.

Indonesia menghadapi masa bonus demografi dan ironisnya 58% lulusan SMP ke bawah. Sederhananya jika ada 10 tenaga kerja, enam orang adalah lulusan SMP ke bawah dan empatnya lagi adalah yang bekerja tidak sesuai dengan lulusannya dan ini adalah permasalahan besar.

Salah satu langkah kementerian ketenagakerjaan adalah Tenaga Kerja Mandiri, ini adalah program nasional, 600 - 1000 titik. Ini memang langkah kecil tetapi masif.

"Tidak akan mungkin ada perubahan kalau tidak ada jama'ah" ungkap Safarudin, S. Ikom. selaku perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni seperti menyanyi dan tarian-tarian Indonesia guna menunjang kekreatifan mahasiswa dan tentunya sebagai wadah untuk mengekspresikan bakat-bakat yang dimiliki para mahasiswa.

"Kami tentu menyambut baik acara ini, karena sangat penting. Kita hidup dalam komunitas yang tidak dibatasi oleh tembok-tembok, dan kampus merupakan menara air yang bisa berjejaring dengan semua elemen termasuk alumni" ungkap Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. selaku Dekan FISHum dalam sambutannya. Harapannya acara ini dapat memberikan energi positif DI FISHum yang harus ditularkan ke berbagai elemen yang lain.

Hal senada juga diungkapkan najib, selaku Ketua DEMA FISHum. Menurutnya expo TKM kali ini ingin membuktikan bahwa produk dalam negeri juga memiliki kualitas yang bagus. Bisa dikonsumsi dan tidak kalah dengan produk luar negeri.

"Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya pembangunan masyarakat. Berdaya secara ekonomi, mampu membaca potensi dan peluang. Mahasiswa juga harus mampu membaca itu semua. Supaya paling tidak, setelah lulus, ia mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri," jelasnya. (Aulia)

Berita Terpopuler