Workshop Buku Ajar untuk Meningkatkan Karya Dosen

Yogyakarta (5/12) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora dengan menyelenggarakan Workshop penyusunan Buku Ajar sebagai dukungan kepada para dosen untuk selalu berkarya yang bertempat di ruang Sidang lantai 2 Fakultas ilmu Sosial dan Humaniora. Penyelengaaraan acara ini selama 2 hari mulai dari tanggal 4 dan 5 September 2019, merupakan program dari Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Dr. Erika Setyanti K., M.Si dan diikuti oleh para dosen di lingkungan FISHUM.

Para dosen hendaknya semangat untuk menulis buku ajar, seiring gayung bersambut Kementerian Agama RI juga mengadakan program 5000 Buku, dimana itu bisa menjadi pelecut dan motivasi bagi para dosen menghasilkan karya, karena banyak manfaat yang akan didapat jika menulis pesan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Dr. Mochammad Sodik, M.Si dalam sambutannya.

Prof. Burhan Nurgiyantoro selaku pembicara memberikan kiat-kiat dan strategi bagaimana agar bisa produktif berkarya. Beliau juga memberikan kaedah tata cara penulisan yang baik dan benar mulai dari standar penulisan, rambu-rambu plagiarism, dan startegi memunculkan kebaruan atau pembeda dalam buku yang akan kita tulis. Guna memotivasi para Dosen Prof. Burhan memberikan beberapa tips, “jika ada ide segera tuliskan, mulailah dengan membuat outline terlebih dahulu, nanti bisa diperbaiki lagi”. Sebagai penutup beliau sangat terbuka untuk kesempatan berdiskusi, konsultasi atau arahan jika menemui kendala dalam proses menulis buku ajar.

Workhsop penulisan pada hari ke 2 diisi oleh Prof. Dr. Wahyu Widodo, beliau berpengalaman sebagai reviewer hibah buku ajar Dikti. Beliau menyampaikan materi dengan judul “ Kerikil Tajam dalam Penulisan (Naskah) Buku Ajar/Teks Perguruan Tinggi. Beliau menjelaskan mengenai program hibah dari Dikti untuk memotivasi para dosen agar semangat menulis. Beliau menyampaikan bahwa “menulis adalah seni”, tidak ada teori mengenai penulisan yang langsung melahirkan tulisan bagus, semua itu butuh proses yang berkelanjutan terus menerus.

Berbagai kendala penulisan diistilahkan sebagai kerikil oleh beliau antara lain, kelemahan buku ajar kita, Masalah pembagian Bab dalam buku ajar, outline dan Alinea, kemudian Kurangnya pemahaman “pengantar” pada tiap-tiap bab, dan berbagai penggunaan istilah yang kurang dipahami. Beliau juga membagikan beberapa tips untuk menulis buku ajar, salah satunya yaitu ‘Gunakan judul yang seksi”, dalam artian gunakan judul yang menarik, punya daya beda dengan buku lainnya. Dalam penutupnya, beliau menunggu karya para dosen untuk di ikut sertakan dalam program-program Hibah dari Dikti. “Merdeka”. Kata penutup beliau sebelum mengakhiri diskusinya. (Adit)

Berita Terpopuler