FISHUM adakan Workshop “Menembus Jurnal Internasional”

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora mengadakan workshop penulisan jurnal internasional di Hotel New Shapir, Yogyakarta. Dosen sekaligus Peneliti, Prof. D. Iswandi Syahputra, M.Si, menjadi narasumber utama dalam workshop yang diadakan pada hari Rabu, 29 Januari 2020. Workshop tersebut diselenggarakan untuk menjawab tuntutan akademis bagi para dosen. Acara berlangsung lancer dari jam 8 pagi hingga 5 sore WIB.

Mengawali acara tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Dr. Mochamad Sodiq, M.Si membuka acara tersebut dengan sambutannya. “ FISHUM sebagai fakultas yang paling muda di UIN Sunan Kalijaga membuatnya memiliki jumlah penulis jurnal internasional terindeks Scopus yang tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan fakultas-fakultas yang lain”, ujar Sodiq memulai sambutannya. “Diadakannya workshop Menembus Jurnal Internasional ditujukan untuk membantu dosen-dosen FISHUM untuk mempublikasikan tulisannya”, tambah dosen yang sudah menjabat sebagai dekan FISHUM UIN Sunan Kalijaga selama 4 tahun.

Dimintanya Prof. Iswandi sebagai narasumber utama dalam workshop tersebut tidak terlepas dari prestasi dosen yang baru saja dikukuhkan sebagai guru besar pertama Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan menembus syarat penulisan jurnal terakreditasi Scopus. “ Perjuangan saya untuk mencapai Guru Besar bias dikatakan hanya berkisar selama 4 tahun, dengan 5 artikel dalam jurnal internasional terindeks Scopus, andapun bias mencapaianya asalkan ‘tegak lurus‘. Rahasia mengenai pencapaian saya akan saya sampaikan dalam workshop hari ini”, terang Iswandi memulai sesi workshopnya dengan pernyataan khasnya yang bernada persuasif.

Karya seorang dosen dan peneliti diukur dari seberapa banyak dan berkualitas tulisannya. Di Indonesia sendiri, peraturan kenaikan pangkat sudah mensyarakatkan adanya publikasi internasional terindex Scopus. “Dalam penulisan artikel jurnal internasional terdapat 3 poin penting yakni yang pertama Judul, rumusan masalah dan sistematika, kedua retorika penulisan dan paraphrase dan terakhir adalah penggunaan Bahasa dan proofread,” terang Iswandi. ***