Upaya Menembus Jurnal Scopus, FISHUM Gelar Workshop on How to Use Atlas.ti in Qualitative Research

Perkembangan penelitian saat ini tidak banyak mengalami perubahan pada aspek metode penelitian yang digunakan oleh peneliti. Beberapa peneliti memiliki preferensi untuk menggunakan metode penelitian kuantitatif dan juga ada yang menggunakan metode penelitian kualitatif. Kedua metode ini, sudah bertahun tahun lamanya menjadi rival sebagai pilihan peneliti dalam menentukan metode penelitian yang digunakan (O’Donoghue, 2007).

Menanggapi hal ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta baru saja menggelar Workshop on How to Use Atlas.ti in Qualitative Research, pada Rabu (4/8) pagi. Dengan mengundang Caly Setiawan, Ph.D (Staff Pengajar Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY dan Atlas.ti Certified Trainer) sebagai narasumber dan dipandu olehDenisa Apriliawati, S.Psi., M.Res.Dosen Prodi Psikologi FISHUM UIN Sunan Kalijaga selaku moderator.Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh dosen FISHUM. Acara workshop dilaksanakan secara hybrid yang disiarkan langsung dari Ruang Studio FISHUM melalui platform Zoom Meeting.

Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si.selaku Dekan FISHUM berharap dengan diadakannya workshop ini mampu menumbuhkan semangat dalam menerapkan ilmu khusus. "Ilmu tersebut dapat diamalkan guna mempermudah dalam upaya menembus Jurnal Scopus," harapannya.

Sambutan selanjutnya sekaligus membuka kegiatan Workshop on How to Use Atlas.ti in Qualitative Research disampaikan oleh Muhrisun Afandi, Ph.D. selaku perwakilan LPPM UIN Sunan Kalijaga. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh FISHUM. Beliau berharap agar nantinya ilmu yang didapatkan pada hari ini, dapat dibagikan kepada teman-teman sesama dosen.

Selanjutnya, paparan materi disampaikan oleh Caly Setiawan, Ph.D. Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY sekaligus Atlas.ti Certified Trainer. Di awal pemaparannya, beliau melakukan reflektifitas terhadap penelitian kualitatif. Beliau menyebutkan bahwa posisi epistemologi dalam setiap penelitian akan berbeda. "Seyogyanya, kita perlu menegaskan keberpihakan paradigma kita, sehingga akan jelas runtut nya seperti apa," imbuhnya.

Pada kesempatan ini pula, beliau melakukan demo dalam mengoperasionalkan software Atlas.ti sebagai perangkat lunak untuk memfasilitasi analisis data yang tidak terstruktur, non-numerik, serta identifikasi tema, pola, dan makna. Beliau mempraktekkan bagaimana cara mengawali proyek analisis hingga melakukan coding terhadap data. Menurut beliau, coding merupakan tulang punggung penelitian sehingga beliau menghimbau agar pengkodingan pada tahap awal dilakukan seinduktif mungkin. Beliau juga menegaskan bahwa Atlas.ti tidak mereduksi kontrol peneliti pada datanya. "Atlas.ti tidak melepaskan peran kita dalam proses analisis, tetapi hanya memudahkan," tegasnya. (nabila/tim kreatif)