Tahun Ajaran Baru Dimulai Minggu Depan, FISHUM Gelar Lecturer Konsinyering and Workshop Online Learning sebagai Persiapan Pembelajaran

Kegiatan belajar mengajar tahun akademik 2021/2022 di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga akan dimulai minggu depan. Mendukung hal tersebut, FISHUM kemudian menggelar kegiatan Lecturer Konsinyering and Workshop Online Learning sebagai upaya persiapan dalam menyongsong pembelajaran pada semester ganjil. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, Senin (30/08) disiarkan langsung dari Interactive Studio FISHUM melalui platform Zoom Meeting dan Live YouTube. Turut hadir pula dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S.Ag., M.Si.selaku Wakil Rektor Bidang Akademiksekaligus sebagai Keynotes Speaker, serta para dosen dari dalam dan luar lingkungan FISHUM.

Dekan FISHUM, Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si.dalam sambutannya mengatakan bahwa semester 1 merupakan semester yang cukup berat bagi para dosen dalam melakukan pembelajaran, sehingga menimbulkan tantangan tersendiri bagi para dosen untuk menciptakan atmosfer pembelajaran yang menyenangkan layaknya ketika SosPem. Beliau juga berpesan kepada dosen pengajar, untuk tetap menerapkan core value UIN dalam kegiatan pembelajaran. Sebelum membuka acara Lecturer Konsinyering and Workshop Online Learning, beliau menyebutkan akan ada hadiah apresiasi kepada dosen dengan IKD tertinggi.

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S.Ag., M.Si., sebagai Keynotes Speaker pada acara ini menyampaikan beberapa hal terkait dengan kebijakan perkuliahan daring/luring, proses perkuliahan semester ganjil 2021/2022, komunikasi transaksi elektronik berbasis internet (WEBO), serta terkait Sistem Kinerja Remunerasi (SKR) dosen. Beliau menyebutkan bahwa untuk pembelajaran semester ganjil 2021/2022 masih dilaksanakan secara daring mengingat status PPKM daerah Yogyakarta masih berada pada level 3-4. Mengantisipasi keberlanjutan kuliah daring, beliau telah menyiapkan skema terkait campus tour yang ditujukan kepada mahasiswa baru. "Campus tour ini merupakan skema antisipasi, nantinya akan dilaksanakan selama satu hari agar mahasiswa dapat lebih mengetahui letak kantor dan ruangan-ruangan yang ada di UIN," sebutnya.

Pada kesempatan ini pula, beliau menyampaikan beberapa keresahan yang dialami mahasiswa selama perkuliahan daring. Selain itu, beliau juga menyampaikan perlunya diadakan pendampingan bahasa kepada mahasiswa asing yang mengikuti pembelajaran di kampus UIN terlebih pada FISHUM sendiri.

Selanjutnya, materi terkait konsinyering dosen disampaikan oleh Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si.(Dekan FISHUM), Dr. Sulistyaningsih, S.Sos., M.Si., (Wakil Dekan Bidang I), Dr. Yani Tri Wijayanti, S.Sos., M.Si.(Wakil Dekan Bidang II), Dr. Badrun, M. Si.(Wakil Dekan Bidang III), dan Sara Palila, S.Psi, M.A.Psikolog (ketua PSMF FISHUM) sebagai narasumber. Dalam hal ini, Sodik menegaskan terkait perspektif APKM terhadap pembelajaran. "Akses pembelajaran merupakan salah satu komitmen penting dalam menghadapi keberagaman. Tak hanya itu, kontrol dan manfaat juga perlu ditinjau dan disadari," ungkapnya. Berbeda dengan paparan yang disampaikan sebelumnya, Sulis melaporkan hasil pencapaian IKD tertinggi fakultas dan IKD tertinggi tiap prodi. IKD tertinggi fakultas sekaligus IKD tertinggi prodi Sosiologi diraih oleh Dr. Yayan Suryana, M.Ag. Sedangkan perolehan IKD prodi Psikologi dan Ilmu Komunikasi dicapai oleh Sabiqotul Husna, S.Psi., M.Sc.dan Dr. Diah Ajeng Purwani, S.Sos, M.Si. Tidak hanya itu, Sulis selaku wakil dekan bidang 1 juga menyampaikan beberapa hal terkait jadwal perkuliahan.

Diawal pemaparannya, Wakil Dekan Bidang II, Dr. Yani Tri Wijayanti, S.Sos., M.Si, berharap agar kegiatan yang diadakan oleh fakultas dan prodi dapat saling bersinergi. Kemudian beliau menegaskan bahwa bagi dosen, tendik, atau mahasiswa untuk memanfaatkan semaksimal mungkin terkait fasilitas zoom fakultas dan prodi yang disediakan sebagai sarana pembelajaran, "kita sudah menyediakan zoom untuk fakultas dan prodi, saya harap agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal," timpalnya. Beliau juga menyampaikan terkait fasilitas dana pendukung bagi dosen dalam publikasi jurnal (Scopus). Pemaparan dilanjut oleh Dr. Badrun Alaena, M. Si., selaku wakil bidang 3. Beliau berpesan kepada para dosen untuk lebih menjaring minat dan bakat mahasiswanya, terlebih mahasiswa baru. "Saat ini, ada kurang lebih 400 mahasiswa baru, saya percaya bapak/ibu semua akan mampu menjalankan amanah tersebut dengan baik," pesannya.

Kegiatan berlanjut pada sesi kedua, yakni Workshop Online Learning yang digawangi oleh 5 besar peraih IKD tertinggi masing-masing prodi, yakni Rita Setyani Hadi Sukirno, S.Psi., M.Psi.Agus Saputro, S.Sos., M.Si.dan Tariq Yazid, S.Ikom., M.A. Dalam workshop ini, ketiga narasumber membagikan persiapan, pengalaman, dan kendala yang terjadi selama pembelajaran daring dalam satu tahun kebelakang. "Tentu selama perkuliahan terdapat berbagai kendala, sehingga solusi terbaik yang dilakukan adalah empati," ucap Agus. Selain itu, untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan maka dapat memanfaatkan situasi yang ada. "Sebagai dosen juga harus ikut mengetahui apa yang lagi menjadi minat mahasiswa, apakah drakor atau lainnya," tambahnya. Terpantau pula, selama perkuliahan, mahasiswa lebih menyukai pembelajaran melalui WAG dan Google Meet sehingga dosen harus memutar otak untuk menghadirkan materi yang menarik agar tidak bosan, baik dengan flyer pembelajaran ataupun video pembelajaran. Pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube dinilai sebagai variasi platform dalam perkuliahan. Di akhir sesi, Tariq menjelaskan bagaimana cara membuat video pembelajaran melalui smartphone. (nabila/tim kreatif)