Webinar Digital Parenting: Keluarga Cerdas Pasti Cakap Berinternet!

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga baru saja menggelar kegiatan Webinar Digital Parenting : Keluarga Cerdas Pasti Cakap Berinternet! pada Kamis (11/11) pagi. Turut hadir dalam kegiatan ini Novi Kurnia, Ph. D (Koordinator Jepelidi dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UGM), jajaran dosen dari dalam dan luar lingkungan FISHUM, serta mahasiswa FISHUM. Dengan mengundang Satih Saidiyah , Dipl Psy. M. Si. (Dosen Prodi Psikologi dan Anggota NIAFS), Indah Wanerda, M. A. (Dosen UAD dan Jepelidi), Dr (Cand) Drs. Bono Setyo, M. Si (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISHUM dan Ketua ComTc), dan Yanti Dwi Astuti, M. A. (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, NIAFS, dan Japelidi) sebagai narasumber, kegiatan ini dilaksanakan secara daring yang disiarkan langsung dari Interactive Studio FISHUM melalui platform Zoom Meeting dan Live YouTube.

Rachmy Diana, S.Psi., M.A., Psi. selaku ketua panitia menyatakan bahwa NIAFS merupakan salah satu pusat studi keluarga di lingkungan FISHUM yang juga bekerjasama dengan Australia. Ibu Rachmy juga menyebutkan bahwa webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya model pola pengasuhan anak yang disesuaikan dengan kebiasaan anak dalam menggunakan perangkat digital di kehidupan sehari-harinya. “Dengan melakukan riset dan edukasi pola pengasuhan anak di era digital, insyaallah kegiatan ini akan bermanfaat bagi kita semua,” tuturnya.

Sambutan selanjutnya sekaligus membuka kegiatan webinar disampaikan oleh Dekan FISHUM, Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah wacana yang paling mendasar sehingga diperlukan sebuah dorongan secara terus-menerus. “Studi-studi dan praktik-praktik keluarga menjadi dasar untuk memperkuat kekokohan suatu negara,” timpalnya. Beliau berharap nantinya kegiatan semacam ini harus terus tetap dilaksanakan untuk mengawal Indonesia cerdas digital.

Sebelum memasuki acara inti, Novi Kurnia, Ph.D. sebagai keynote speaker dalam webinar pagi ini menyebutkan bahwa saat ini media digital menjadi bagian penting dalam keluarga modern, salah satunya adalah penggunaan gawai. Sebagai orang tua, sudah selayaknya untuk menerapkan pola digital parenting kepada anak-anaknya. “Dalam digital parenting, orang tua berperan sebagai panutan sekaligus sahabat anak dalam penggunaan gawai,” imbuhnya. Senada dengan Dr. Mochamad Sodik, beliau kembali menegaskan bahwa asuh digital merupakan sesuatu yang penting di lingkungan keluarga yang menjadi pondasi utama menuju bangsa digital yang tangguh.

Pada webinar kali ini, terdapat empat narasumber yang akan menyampaikan materinya. Pemaparan pertama disampaikan oleh Dr. (Cand) Drs. Bono Setyo, M.Si. Dalam kesempatan ini, beliau menekankan bahwa di era digital ini orang tua harus mengenal terlebih dahulu passion dari anaknya sebelum memulai pola asuhan digital parenting. Selain itu, era sosial media seperti saat ini justru menghadirkan banyak hoax dan hate speech di samping manfaatnya sebagai media berkomunikasi.

Selanjutnya, materi kedua mengenai keterampilan digital yang wajib dikuasai anak dan orang tua dipaparkan oleh Indah Wanerda, M. A. Indah menyebutkan bahwa banyaknya konten di media digital menjadikan sebuah tantangan bagi orang tua khususnya sehingga hal tersebut membutuhkan sebuah antisipasi yang tinggi. Anak-anak yang lahir sebagai generasi digital, ia akan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan perkembangan teknologi informasi yang ada. Oleh sebab itu, maka literasi digital menjadi cara tepat untuk mengoptimalkan penggunaan media digital. “Orang tua juga harus memiliki digital skill dan memastikan keamanan digital yaitu kognitif, afektif, dan konatif terlebih dahulu” ujarnya. Selain itu, orang tua harus tegas dalam menerapkan screen time untuk anaknya ketika bermain gadget di luar pembelajaran.

Narasumber selanjutnya yakni Satih Saidiyah, Dipl.Psy. M.Si. menegaskan terkait pengasuhan orang tua di era digital. Menurutnya mendampingi dan mengasuh anak terlebih di era digital merupakan sebuah “mega project” yang membutuhkan persiapan dari kita sebagai orang tua. Positive parenting menjadi hal yang penting dalam pengasuhan terhadap anak dengan memberi stimulasi, kasih sayang, pujian, dan fokus. “Dalam melakukan digital parenting, pola asih, asah, dan asuh dinilai penting untuk dilibatkan,” tuturnya. Dalam kesempatan ini pula, beliau memaparkan bagaimana seharusnya orang tua melakukan interaksi kepada anak terhadap dunia digital. “Peran orang tua dalam digital parenting antara lain dengan melakukan proteksi, pemahaman, sikap, dan monitoring anak dalam berselancar di dunia digital,” tambahnya.

Selanjutnya, pemaparan materi terakhir disampaikan oleh Yanti Dwi Astuti, M.A. yang memaparkan mengenai tantangan orang tua di era digital. Selain itu, Yanti juga menjelaskan mengenai 4 hal lain yang menjadi pion utama dalam literasi digital, yakni budaya digital, etika digital, keamanan digital, dan cakap digital. “Skill cakap digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital sebagai bentuk literasi digital, perlu ditingkatkan untuk menghadapi tantangan generasi digital,” imbuhnya. Kegiatan webinar yang berlangsung secara interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab oleh peserta webinar. Bertindak sebagai moderator dalam acara ini Niken Puspitasari, M.A. selaku Dosen Prodi Ilmu Komunikasi. (nabila/tim kreatif)