Workshop Persiapan Kelas International

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Workshop Persiapan Kelas International (31/10/2018). Bertempat di ruang sidang lantai 2 FISHUM, workshop kali ini diisi langsung oleh I Made Andi Arsana, Ph.D, salah satu dosen sekaligus peneliti di Department of Geodetic Engineering.

Menurut Dekan FISHUM, Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si membangun jaringan dengan lembaga lain memang sangat penting. Baik tingkat lokal, nasional maupun internasional. “Ini suatu hal yang sangat penting. Tahun depan kita merencanakan konferensi international,” tuturnya saat membuka Workshop.

Workshop kali ini merupakan persiapan adanya kelas Internasional yang rencananya akan di buka tahun depan. Apalagi di Prodi Sosiologi yang akan melakukan akreditasi AUN-QA yang mensyaratkan adanya kelas internasional yang di buka. Adanya kelas internasional juga merupakan penguatan dan pengembangan kerja sama antar Perguruan Tinggi di tingkat internasional. Ini bentuk membangun jejaring yang lebih luas.

I Made Andi Arsana, Ph.D sebagai pemateri sekaligus sebagai ketua Internaional Office Universitas Gadjah Mada menceritakan beberapa pengalaman yang dirasakannya. Sebenarnya, Indonesia memiliki potensi yang cukup luas dan tidak kalah dengan negara-negara lain. Misalnya dalam hal ekonomi, potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia bisa menjadi tawaran bagi negara lain untuk berkunjung ke Indonesia. Salah satunya dengan jalur studi.

“Bonus demografi akan kita rasakan. Itu artinya modal bagi bangsa indonesia,” demikian beliau menyambung pengalamannya. Potensi bonus demografi juga membuat bangsa Indonesia bisa mengirim studinya untuk belajar banyak hal ke negara-negara lain. Selain itu, sebagai bangsa yang memiliki banyak keberagaman, Indonesia menjadi negara yang menarik untuk dikaji. Baik dalam bidang sosial maupun dalam segi bencana. Hampir semua bencana alam berpotensi terjadi di Indonesia sehingga menarik untuk dikaji.

Kelas internasional yang dibuat di UGM juga merupakan kelas kecil yang menerapkan bahasa Inggris dalam proses belajar mengajarnya. Kemudian dari kelas ini terjalin komunikasi dan jejaring dengna universitas lain yang di fasilitasi oleh international office. Sehingga, hari ini UGM menerima mahasiswa dari negara lain yang disebut sebagai kelas internasional. (tri)

Berita Terkait

Berita Terpopuler