Dalam Rangka Pengembangan Website, FISHUM Gelar Workshop Penyusunan Konten Website Bilingual

Berkaca dari tingginya potensi website sebagai salah satu pembentuk citra institusi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kegiatan Workshop Penyusunan Konten Website Bilingual bagi tim website dan tim kreatif FISHUM, Rabu (01/12) pagi. Dengan mengundang Wahyu (Jurnalis CNBC Indonesia) sebagai narasumber, kegiatan ini dipandu oleh Dwi Nur Laela Fithriyah, S. IP., M. A. (Dosen Prodi Sosiologi FISHUM) sebagai moderator. Kegiatan workshop dilaksanakan secara hybrid, yang disiarkan langsung dari Interactive Center FISHUM melalui platform Zoom Meeting dan Live YouTube.

Lukman Nusa, M. Ikom., selaku ketua panitia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan tahap kedua dari program pengelolaan website. Beliau menegaskan bahwa materi workshop berfokus pada penulisan rilis dan future sebagai bentuk konten website bilingual.

Sambutan selanjutnya sekaligus membuka kegiatan workshop disampaikan langsung oleh Dekan FISHUM, Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa saat ini peran website bagi sebuah institusi dinilai sangat penting. Selain itu, beliau juga menyinggung bahwa literasi ideologi yang sesuai falsafah pancasila menjadi hal yang cukup sering disinggung dalam konten website. Pada kesempatan ini pula, beliau menyampaikan harapan atas diselenggarakannya kegiatan workshop. “Semoga melalui kegiatan ini, pengembangan website FISHUM akan semakin baik dan menjadi yang terbaik,” harapnya.

Terlihat hadir pula Dr. Yani Tri Wijayanti, S.Sos., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi, Umum, Perencanaan dan keuangan. Menurut beliau FISHUM selalu berusaha menyajikan yang terbaik, terutama dalam memberikan informasi. Meskipun manajemen konten dalam website selama ini sudah bagus, namun tetap perlu adanya peningkatan. “Tampilan website yang menarik tentu akan semakin membuat user internet ingin membukanya dan melihat seluruh isi konten. Oleh karena itu desain pada sebuah website haruslah tetap selalu menarik dan tetap terjaga kualitasnya,” jelasnya.

Acara selanjutnya adalah pemaparan materi yang disampaikan oleh Wahyu. Dalam paparannya, beliau menyebutkan bahwa website merupakan ujung tombak atau wajah dari sebuah institusi melalui konten informatif. Website sebaiknya menjadi media yang mewakili image institusi, sehingga konten dan isinya harus informatif dan menarik.

Beliau juga menilai bahwa pada saat ini fitur bilingual dalam sebuah website sangat dibutuhkan. Pada kesempatan ini pula, Wahyu mengupas tuntas penulisan rilis berita secara detail, mulai dari jenis-jenis rilis, tips menuliskan rilis yang media friendly, hingga tantangan dalam pengemasan naskah rilis. “Tidak akan menjadi sebuah rilis apabila tidak dipublish di media massa,” tegas Wahyu. Di akhir workshop, peserta diminta untuk menuliskan rilis berita yang mencangkup misi kehumasan. (nabila/tim kreatif)