Stadium General bagi Mahasiswa Baru 2022: “Penguatan Nilai Budaya dan Kepribadian Indonesia Menuju Mahasiswa Unggul Berkarakter Pancasila”

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali melaksanakan Studium General pada Rabu (7/9/22). Acara dilangsungkan di Gedung Prof. Dr. H. Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga dan juga disiarkan secara daring melalui kanal YouTube FISHUM UIN SUKA.

Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) juga turut hadir dan menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan rasa bangga kepada seluruh mahasiswa baru FISHUM dan juga ucapan terima kasih kepada Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil. yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi pembicara. Adapun tema yang diusung pada Studium General pada hari ini yaitu “Penguatan Nilai Budaya dan Kepribadian Indonesia Menuju Mahasiswa Unggul Berkarakter Pancasila.”

“Saya bangga kepada anak-anakku dan juga terima kasih Prof. Heddy, ini merupakan forum yang berkah, ketemu anak-anak hebat dan Prof. Heddy yang juga sangat hebat,” tuturnya.

Selain itu, beliau juga menyampaikan dengan sangat semangat bahwa mahasiswa baru FISHUM kelak akan menjadi manusia yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar dan masyarakat luas serta berguna untuk bangsa, “Anak-anak kami ini dari seluruh Nusantara, berkumpul di kampus yang berbudaya, religius, dan cinta ilmu. Saya yakin suatu saat nanti Anda semua akan bermanfaat untuk lingkungan yang luas,” pungkasnya.

(Sesi Foto Bersama)

Studium General kali ini dipandu oleh moderatorDwi Nur L Fithria, M.A. yang merupakan Dosen Prodi Sosiologi FISHUM UIN Sunan Kalijaga. Prof. Heddy mengawali pembicaraannya dengan menyampaikan inti materi yang akan beliau sampaikan yaitu tentang Islam sebagai paradigma keilmuan dan paradigma berilmu pengetahuan yang bertujuan untuk membangun motivasi mahasiswa untuk menjadikan Islam sebagai paradigma dalam mengembangkan keilmuan sekaligus memberikan pencerahan dan pemahaman mengenai penerapan paradigma Islam dalam berpikir sebagai mahasiswa.

Tak hanya itu, beliau juga menambahkan bahwa ingin memberikan wawasan tentang bagaimana konsep dasar dalam membangun paradigma keilmuan supaya nantinya memahami tentang cara pemaduan keilmuan dan keislaman dengan baik, “Pada studium general ini, intinya saya ingin menyampaikan pentingnya revolusi ilmu pengetahuan supaya kerangka berpikir kita mampu menjadikan Islam sebagai paradigma dalam berpikir,” ujarnya.

Selanjutnya, ditengah-tengah penyampaian materinya, Prof. Heddy juga menyinggung mengenai cendekiawan muslim Indonesia yang juga berkecimpung sebagai akademisi di UIN Sunan Kalijaga, yaitu Prof. Amin Abdullah yang melontarkan gagasan tentang integrasi ilmu agama dengan sains atau ilmu pengetahuan. Pemikiran tentang integrasi dan interkoneksi antara dua bidang ilmu tersebut yang kemudian telah mendapat sambutan kritis dari sejumlah ilmuwan sosial di Indonesia.

Prof. Heddy menutup pembicaraannya dengan mengajak seluruh mahasiswa baru Studium General agar selalu menerapkan dan memadukan paradigma Islam dengan ilmu pengetahuan yang dipelajari, “Kita harus mengintegrasikan keilmuan agama dengan pengetahuan. Silakan mas dan mbak menerapkan ilmu yang sekarang dipelajari dan didalami dengan asumsi dasar dan paradigma Islam,” pungkasnya. (Riandi/Tim Kreatif)