Hari Kedua Pameran HMPS Ilmu Komunikasi: “Seni, Seni, Ngaji”

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga kembali membuka Pameran Pajang Karya hari ke-2 yang dilangsungkan di Gallery Mbah nDarry. Pameran yang memiliki tema “Komunikas Berfantasi” ini menarik perhatian masyarakat, khususnya para Mahasiswa/idi Yogyakarta.

Pada hari ke-2 kali ini, pameran lebih terlihat menarik dikarenakan ada sesi Sarasehan 1 “Seni, Seni Ngaji” dengan pembicara oleh Mas. Alex TMT. Pada kesempatan kali ini, mas Alex bercerita banyak mengenai awal mula beliau berkecimuk di dunia seni dan gravity, serta ide kreatifnya yang mengkolaborasikan antara karyanya dengan dakwah islam, dengan tagline andalannya yakni “Ojo Lali Ngaji,”.

Pada kesempatan sesi tanya jawab, beberapa peserta yang menyampaik pertanyaan kreatif kepada mas Alex selalu pembicara. Seperti pertanyaan dari salah satu peserta talkshow, yakni bertanya tentang, “Bagaimana Awal mula hadirnya passion dan cara mempertahankan passion mas Alex pada bidang seni dan gravity mas Alex?” tanya salah satu peserta.

Lalu, di jawab oleh Mas Alex yang menceritakan awal mula ia terjun di dunia seni dan dakwah, “Awalnya berawal dari "curhatan diri sendiri". Sebenarnya, saya tidak berani untuk memaknai dakwah. Namun, karya saya itu berawal dari "curhatan hati". Dan saya selalu saya selalu menempatkan tagline, seperti ojo lali ngaji,” ujar Mas Alex menarik perhatian para peserta.

“Lalu, dari pertualangan hijrah saya dalam mengaji dan mencari ilmu juga menjadi penompang saya dalam berkarya. Dan dari pertualangan mencari ilmu tersebut, saya banyak menemui keberagamaan yang ada, Dari situlah tagline "jgn pernah meninggalkan ilmu dan ngaji" itu hadir pada karya-karya saya,” lanjut mas Alex yang menceritakan pengalamannya.

Sesi “Talkshow Interaktif: Ojo Lali Ngaji,”terus berjalan lancer. Tak sedikit dari peserta yang bertanya dan mendengarkan berbagai cerita pengalaman dari sosok Mas Alex ini. Salah satu contoh pertanyaan yang menarik sesi talkshow pada hari ini adalah pertanyaan dari salah satu peserta yang menanyakan kepada mas Alex mengenai, “Selanjutnya mengenai seni, menurut mas Alex seni itu seperti apa? Khususnya gravity. Dan menurut mas Alex,sudah sejauh mana peran gravity dalam menyampaikan pesan?” jelasnya.

Pertanyaan tersebut langsung disambut antusias oleh Mas Alex, beliau memberikan jawaban yang mudah di mengerti oleh para peserta, “Bagi saya, tidak ada definisi atau pengertian khusus mengenai apa itu seni sendiri. Secara lebih subjektif bagi saya seni itu apa yang saya buat dari apa yg saya sukai. Jadi, minat sy yang saya sukai, maka itu output. Misalnya, saya suka gambar di tembok, maka saya suka menggambar di tembok. Lalu, secara singkat seni itu apa yg km sukai, apa yg km geluti, dan apa yg kamu hasilkan,” jawab mas Alex.

“Selanjutnya, mengenai sejauh apa sebuah gravity itu berbicara dan menyampaikan pesannya? Semua tergantung pada selera dan apa yang di pikirkan orang-orang yang melihat, begitulah gravity berbicara,” jelas Mas Alex.

Acara Sarasehan 1 “Seni, Seni Ngaji” ini di akhiri dengan sesi penyerahan hadiah dari mas Alex kepada salah satu peserta yang aktif. Dan juga dilanjutkan dengan sesi foto Bersama dengan mas Alex, para panitia, dan seluruh peserta acara Sarasehan 1 “Seni, Seni Ngaji” siang tadi. (Atiqah Rachayna/HMPS)