YOGYAKARTA –
Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH) UIN Sunan Kalijaga terus mematangkan
langkah menuju rekognisi global. Melalui Rapat Koordinasi yang digelar pada
Jumat (17/4), jajaran pimpinan fakultas memastikan kesiapan akreditasi enam
program studi dan pengembangan infrastruktur pendukung kelas internasional.
Rapat yang dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Ambar Sari Dewi, S.Sos., M.Si., Ph.D., ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan target pencapaian fakultas tahun 2024-2028. Fokus utama pertemuan ini adalah memastikan setiap program studi siap menghadapi visitasi akreditasi, baik nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FISHUM, Prof. Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si., menekankan pentingnya efektivitas kerja tim dalam menghadapi tantangan akreditasi yang berjalan simultan."Prioritas kita adalah akreditasi 6 prodi. Hal ini akan lebih efisien karena dikerjakan bersama-sama, mengingat secara teknis aktivitas akreditasi tidak memiliki banyak perbedaan. Kami akan terus memantau efektivitasnya di setiap tahapan," ungkap Prof. Erika.
Selain penguatan mutu internal, fakultas juga serius menggarap program International Undergraduate Program (IUP). Terkait pembahasan ini, Dekan menginstruksikan percepatan penyediaan dokumen akademik dalam format bilingual (dua bahasa) pada situs resmi fakultas untuk memudahkan akses informasi bagi publik dan mahasiswa internasional.
Menyambung hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik menjelaskan bahwa persiapan fisik seperti laboratorium menjadi kunci dalam meraih predikat "Unggul".
"Terdapat tujuh agenda besar akreditasi yang sedang kita kawal, termasuk proses review internasional melalui ACQUIN. Laboratorium fakultas seperti Big Data dan Audio Visual terus kami benahi manajemennya, termasuk penyusunan modul praktik, agar memenuhi standar tertinggi," jelas Ambar.
Dukungan anggaran untuk pencapaian target-target besar ini juga telah disiapkan secara matang. Wakil Dekan Bidang AUPK (WD 2), Dr. Astri Hanjarwati, S.Sos., M.A., melalui koordinasi tim Bidang 2, memastikan bahwa setiap kebutuhan akreditasi di bawah supervisi WD 1 telah terakomodasi dalam perencanaan anggaran fakultas.
"Kami di Bidang 2 memastikan seluruh alokasi anggaran dan dukungan operasional telah dipetakan untuk menyokong agenda akreditasi dan pengembangan mutu. Sinergi antar-bidang sangat krusial agar pelaksanaan program kerja di bawah supervisi WD 1 dapat terealisasi secara maksimal dan akuntabel," terang Dr. Astri.
Sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu, FISHUM UIN Sunan Kalijaga juga berencana melakukan benchmarking ke Universiti Malaya (UM) dan Universiti Putra Malaysia (UPM) pada akhir Mei mendatang. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat jejaring internasional dan memberikan perspektif baru dalam pengelolaan pendidikan tinggi di lingkungan FISHUM. (FM)