Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Penyusunan Program Kerja Tahun 2026 pada tanggal 4–5 Mei 2026, bertempat di Jade Room Eastparc Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris program studi, pengelola pusat studi, tim akreditasi, hingga tenaga kependidikan .
Workshop ini merupakan langkah strategis fakultas dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dalam memperkuat dan mempertajam visi dan misi FISHUM sebagai fakultas yang inovatif, progresif, dan kolaboratif. Dalam konteks dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif dan berbasis luaran, kegiatan ini menjadi forum reflektif sekaligus konstruktif untuk memastikan bahwa setiap program kerja yang dirancang memiliki keterkaitan langsung dengan pencapaian visi institusi.
Dekan FISHUM, Prof. Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan program kerja tidak dapat dilepaskan dari upaya membangun arah pengembangan fakultas yang berbasis pada keunggulan akademik, penguatan riset, serta kontribusi nyata terhadap masyarakat. Oleh karena itu, workshop ini diarahkan untuk menghasilkan formulasi program yang lebih terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada dampak (impact-oriented programs).
Secara khusus, pada hari pertama, sesi utama diisi oleh Dr. H. Jarot Wahyudi, S.H., M.A. yang memberikan penguatan konseptual sekaligus melakukan review terhadap draft rancangan program kerja fakultas yang telah disusun oleh masing-masing unit. Dalam sesi ini, pendekatan yang digunakan tidak bersifat normatif semata, tetapi berbasis evaluasi kritis terhadap keselarasan antara program yang dirancang dengan arah kebijakan institusi, indikator kinerja, serta tantangan strategis pendidikan tinggi saat ini . Melalui forum ini, setiap rancangan program kerja diuji dari berbagai aspek, mulai dari relevansi terhadap visi FISHUM sebagai fakultas yang inovatif, progresif, dan kolaboratif, hingga tingkat keterukuran dan potensi dampaknya. Dr. Jarot Wahyudi menekankan pentingnya menghindari program yang bersifat administratif rutin tanpa orientasi transformasi, serta mendorong lahirnya program-program unggulan yang memiliki nilai diferensiasi dan kontribusi nyata.
Sesi review ini juga membuka ruang dialog antara peserta workshop, sehingga terjadi proses collective sense-making dalam merumuskan arah pengembangan fakultas. Dengan demikian, program kerja yang dihasilkan bukan sekadar hasil kompilasi, melainkan hasil kurasi akademik yang melalui proses kritik, refleksi, dan penyempurnaan secara bersama. Selanjutnya, pada sesi siang hari, Dekan FISHUM menyampaikan arah kebijakan dan prioritas program fakultas sebagai kerangka acuan final dalam penyempurnaan rancangan program kerja. Hari kedua workshop kemudian difokuskan pada pemaparan program kerja oleh masing-masing program studi dan unit pendukung, yang telah direvisi berdasarkan masukan pada sesi review hari pertama . Melalui desain kegiatan yang menempatkan proses review sebagai inti, workshop ini menjadi instrumen penting dalam memastikan bahwa setiap program kerja FISHUM tidak hanya selaras secara administratif, tetapi juga kuat secara strategis dan konseptual. Hal ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mempertajam visi dan misi fakultas agar lebih operasional, terukur, dan berorientasi pada dampak.
Kegiatan hari pertama difokuskan pada penguatan konseptual penyusunan program kerja melalui pemaparan materi oleh narasumber, dilanjutkan dengan pemaparan kebijakan dan arah strategis fakultas. Sementara itu, hari kedua menjadi ruang artikulasi program dari masing-masing program studi, baik sarjana maupun magister, serta pemaparan program strategis oleh pusat studi dan unit pendukung