Ahmad Dio Putra Fatikha Rizky, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berhasil meraih prestasi membanggakan pada Wisuda Periode III Februari Tahun Akademik 2025/2026. Lulusan dengan Nomor Induk Mahasiswa 22107030124 tersebut dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora sekaligus Wisudawan Terbaik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Ahmad Dio menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun, 4 bulan, 26 hari. Capaian ini menunjukkan konsistensi akademik, kedisiplinan, serta kemampuan dalam menyelesaikan proses studi secara baik di Program Studi Ilmu Komunikasi. Prestasi tersebut semakin lengkap dengan terpilihnya skripsi Ahmad Dio sebagai Skripsi Terbaik FISHUM Periode III Tahun Akademik 2025/2026.
Dalam tugas akhirnya, Ahmad Dio mengangkat penelitian berjudul “Pengaruh E-WOM melalui Minat Menonton terhadap Keputusan Membeli Tiket Film Jumbo (Survei pada Pengikut @moviemnfs di X).” Skripsi tersebut dibimbing oleh Dr. Rama Kertamukti, S.Sos., M.Sn. Adapun tim penguji terdiri atas Lukman Nusa, M.I.Kom. dan Latifa Zahra, M.A.
Melalui penelitian tersebut, Ahmad Dio mengkaji peran electronic word of mouth atau E-WOM dalam membentuk minat menonton dan keputusan pembelian tiket film di kalangan pengguna media sosial. Kajian ini relevan dengan perkembangan komunikasi pemasaran digital, perilaku konsumen, serta peran platform media sosial dalam industri perfilman. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa dinamika percakapan digital di media sosial tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertukaran opini, tetapi dapat menjadi faktor penting dalam membentuk keputusan konsumsi audiens. Capaian Ahmad Dio menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi FISHUM mampu menghasilkan karya akademik yang responsif terhadap perkembangan industri media, budaya populer, dan perilaku digital masyarakat. Dengan meneliti film Jumbo melalui perspektif E-WOM dan minat menonton, penelitian ini memperlihatkan pentingnya memahami relasi antara pesan digital, komunitas daring, dan keputusan konsumen dalam ekosistem komunikasi kontemporer.
Selain Ahmad Dio, FISHUM UIN Sunan Kalijaga juga mencatatkan capaian akademik dari lulusan program studi lain. Dari Program Studi Sosiologi, Siti Hajar Nur Aini dengan NIM 22107020021 menyelesaikan tugas akhir berjudul “Jerat Marriage is Scary: Studi Fenomenologi Keputusan Menikah pada Janda di Kalurahan Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.” Penelitian ini mengangkat pengalaman perempuan janda dalam memaknai keputusan menikah, termasuk pertimbangan personal, sosial, dan kultural yang melingkupinya. Dengan pendekatan fenomenologi, karya ini menunjukkan kepekaan akademik terhadap pengalaman subjektif perempuan dalam struktur sosial masyarakat.
Dari Program Studi Psikologi, Khodijah Zahra dengan NIM 22107010128 menyelesaikan tugas akhir berjudul “Hubungan antara Homesickness dan Motivasi dengan Prestasi Hafalan Al-Qur’an pada Santri.” Penelitian ini membahas keterkaitan antara kondisi psikologis, motivasi, dan capaian hafalan Al-Qur’an. Kajian tersebut penting dalam pengembangan psikologi pendidikan dan psikologi santri, terutama dalam memahami faktor emosional dan motivasional yang dapat memengaruhi prestasi belajar dalam lingkungan pesantren.
Ketiga karya akademik tersebut memperlihatkan keluasan kontribusi keilmuan FISHUM dalam membaca dinamika masyarakat. Kajian Ahmad Dio menyoroti komunikasi pemasaran digital dan perilaku konsumen media; penelitian Siti Hajar Nur Aini mengangkat isu sosial tentang perempuan, pernikahan, dan pengalaman janda; sementara penelitian Khodijah Zahra memperkuat perhatian terhadap aspek psikologis santri dan pendidikan keagamaan. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan apresiasi atas capaian para lulusan tersebut. Prestasi Ahmad Dio sebagai Wisudawan Terbaik FISHUM dan UIN Sunan Kalijaga, sekaligus peraih Skripsi Terbaik FISHUM, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan karya ilmiah yang kritis, kontekstual, dan bermanfaat bagi masyarakat.