Dilihat 0 Kali

07_542_WhatsApp Image 2026-05-20 at 16.14.32.jpeg

Jumat, 22 Mei 2026 10:14:00 WIB

[SIARAN PERS] Dosen dan Kolaborator FISHUM Kunjungi Pusat Data dan Informasi BNPB, Pelajari Integrasi Sistem Data Kebencanaan dengan BMKG

Jakarta — Dr. Astri Hanjarwati, M.A. selaku ketua tim riset penerima dana hibah Kementrian Agama dan LPDP, melakukan kunjungan akademik ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana, khususnya pada unit Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), guna memperdalam pemahaman mengenai sistem pengelolaan data kebencanaan nasional yang terintegrasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik dan riset di bidang komunikasi kebencanaan, literasi mitigasi bencana, serta pengembangan inovasi media berbasis data. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Astri memperoleh pemaparan mengenai mekanisme pengumpulan, pengolahan, dan distribusi data kebencanaan yang dilakukan secara terintegrasi antar lembaga.

Pihak Pusat Data dan Informasi BNPB menjelaskan bahwa integrasi data dengan BMKG menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung sistem peringatan dini, pemetaan risiko, serta pengambilan keputusan cepat dalam situasi darurat bencana. Sistem tersebut memungkinkan sinkronisasi informasi cuaca, gempa bumi, hingga potensi bencana hidrometeorologi yang dapat diakses secara lebih cepat dan akurat.

Dr. Astri Hanjarwati, M.A. menyampaikan bahwa pengalaman tersebut memberikan wawasan baru mengenai pentingnya penguatan ekosistem data dalam komunikasi kebencanaan di Indonesia.

“Integrasi data kebencanaan menjadi aspek yang sangat penting dalam mendukung mitigasi dan respons bencana yang lebih efektif. Kolaborasi antar lembaga seperti BNPB dan BMKG menunjukkan bagaimana teknologi dan data dapat menjadi fondasi dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat,” ungkapnya.

Kunjungan ini juga membuka peluang kolaborasi akademik dan pengembangan riset terkait literasi kebencanaan, pemanfaatan media digital, serta strategi komunikasi risiko bencana berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi sinergi yang lebih kuat antara dunia akademik dan lembaga pemerintah dalam menghasilkan inovasi kebijakan maupun edukasi publik terkait pengurangan risiko bencana di Indonesia.