Kunjungi KPK, DEMA FISHUM Diskusi Soal Revisi UU KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang berduka pasca disetujuinya revisi UU KPK oleh DPR beberapa waktu lalu yang dianggap dapat melemahkan posisi KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Revisi UU KPK itu disambut dengan berbagai penolakan dari masyarakat dan KPK sendiri, tetapi tetap disahkan juga. Bahkan, hingga saat ini, masih banyak aksi dari masyarakat yang menuntut Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Perpu sehingga UU KPK yang telah direvisi tidak jadi diberlakukan.

“Setiap negara memiliki KPK mereka sendiri. Maka aneh jika KPK di Indonesia berusaha dilemahkan seperti ini.” tutur Rommy Iman Sulaiman dari Deputi Pencegahan yang Rabu (9/10) lalu menyambut rombongan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga dalam kunjungannya ke KPK.

Rommy mengungkapkan bahwa kegiatan kunjungan dari universitas ini dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan perilaku korupsi. Dalam kunjungan ini, Rommy menjelaskan berbagai hal terkait dengan KPK, mulai dari struktur hingga cara kerja KPK. Ia berharap, mahasiswa dapat menjadi agen dalam upaya pencehahan perilaku korupsi, dimulai dari diri sendiri.

“Karena yang bisa menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi adalah dunia pendidikan.” pungkasnya.

Sementara itu, Handini, M. Ikom, selaku dosen pendamping menyampaikan bahwa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan anti korupsi terhadap Mahasiswa, hal ini juga terbukti dengan menerapkan Zona Integritas di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora.

“Kami ingin tahu bagaimana KPK bekerja, serta apa yang bisa dilakukan mahasiswa untuk membantu kerja-kerja KPK ini,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Najib, selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Menurutnya, peran mahasiswa sangat penting dalam pemberantasan, demontrasi yang terjadi akhir-akhir adalah sebuah bentuk kepedulian Mahasiswa terhadap korupsi yang terjadi di negeri ini.

“Terbukti sejak tahun 2010 di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora telah dibentuk Gerakan Pemuda Melawan Korupsi (GPMK), tentunya gerakan ini yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memberikan edukasi terhadap pentingnya pengetahuan anti Korupsi. Serta kunjungan ke KPK ini adalah bentuk keinginan kita untuk belajar langsung di lembaga antikorupsi ini,” ungkapnya.

Kegiatan bertajuk DEMA Visit Government ini diikuti oleh lima puluh orang mahasiswa dari berbagai jurusan di UIN Sunan Kalijaga ini berlangsung pada hari Rabu (9/10) di Ruang Konfrensi Pers Gedung Merah Putih KPK. Seluruh mahasiswa peserta kegiatan ini menunjukkan antusiasme mereka pada materi yang disampaikan oleh perwakilan Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK ini dengan banyaknya pertanyaan. Beberapa pertanyaan bahkan tidak sempat terjawab karena terbatasnya waktu. (Tim Media Dema FISHum/humas)

Berita Terpopuler