Semangat Meredian Okiana, Mahasiswa FISHUM Ikuti Ajang Pencarian Bakat “The Next Didi Kempot GTV”

Meredian Okiana, salah satu mahasiswa Berprestasi Prodi Ilmu Komunikasi
Di kala pandemi, mahasiswa biasanya akan kebingungan mencari aktivitas. Kuliah Daring mungkin membuat bosan sebagian mahasiswa. Tetapi tidak dengan Meredian Okiana, salah satu mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga. Mahasiswa yang akrab disapa Oki ini berasal dari Sragen, Jawa Tengah.
Ia menceritakan pengalamannya saat mengikuti ajang pencarian bakat di salah satu Televisi Nasional Indonesia, “The Next Didi Kempot GTV” beberapa waktu lalu. “Sebelum itu aku ingin menyampaikan salah satu kutipan favorit yang aku harap juga bisa teman-teman sampaikan pada diri sendiri “Be brave, Take a risk, Nothing can substitute experience” begitu ia memulai ceritanya.
“Perjuangan ini bermula saat pertengahan bulan Oktober tahun 2020 salah satu teman kuliahku bernama Hana yang juga menempuh program studi Ilmu Komunikasi, meminta bantuanku untuk mengirimkan video diriku menyanyikan lagu Campur Sari karya Alm. Didi Kempot atau Pop Jawa, untuk dapat ia kirimkan ke penyiar di tempat ia melaksanakan KKK (Kuliah Kerja Komunikasi) atau magang yaitu di Radio Salma Klaten,” jelasnya.
“Aku yang saat itu hanya bermodalkan hobi bernyanyi, mengcover lagu di media sosial sendiri dan sedikit pengetahuan tentang lagu Alm. Didi Kempot tetap memberanikan diri untuk mengirimkan hasil videoku ke Hana, saat itu yang terbesit dibenakku adalah yang penting Hana bisa target ke penyiarnya di tempat ia magang, lagi pula Hana juga mengajak dua temanku yang lainnya untuk membantu mengirim video jadi aku berpikir tidak ada ruginya aku mengirimkan videoku” lanjutnya.
Ia bercerita bahwa saat itu Hana sudah memberitahunya tentang kerjasama audisi tersebut dengan GTV, namun ia tidak memperhatikan hal tersebut dengan detail sehingga tidak menyadarinya. Akhirnya, Oki berpikir audisi ini adalah lomba yang diselenggarakan Radio Salma Klaten. Keesokan harinya Hana mengirimkan ketentuan dan formulir online audisi TNDK (The Next Didi Kempot) GTV ini. Dan dua hari kemudian aku mengirimkan video milik Oki. Setelah itu aku sama sekali tidak memikirkan mengenai video audisi tersebut dan melanjutkan pengerjaan tugas akhir sama seperti teman-teman lainnya.
“Hingga akhirnya pada akhir bulan Oktober tahun 2020 aku menerima pesan dari Creative GTV program TNDK ini, bahwa aku lulus dan diminta untuk menghadiri audisi lanjutan di Zoom Online. Aku yang masih belum sadar bahwa ini adalah acara besar tetap menjalankan kegiatan seperti biasa, dan mulai sedikit menghafal lagu-lagu Alm. Didi Kempot,” jelasnya.
Hari audisi online dengan pihak GTV via Zoom Online pun tiba, dan berjalan dengan lancar. Namun lagi-lagi Oki tetap menjalankan kegiatan seperti biasa dan tidak ada pikiran untuk lolos setelah audisi lanjutan tersebut, sehingga aku fokus mengejar proposal tugas akhir agar bisa melaksanakan seminar proposal secepatnya.
“Sampai pada akhir bulan November 2020 aku mendapatkan email dari The Next Didi Kempot GTV, bahwa aku berhasil terpilih menjadi peserta dalam program tersebut. Jujur aku kaget karena tidak berekspektasi tinggi akan audisi yang aku lakukan dan pastinya banyak juga di luar sana yang memiliki talenta yang bagus, namun terlepas dari itu semua aku mensyukuri apa yang telah datang padaku dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Malam harinya aku dihubungi lagi oleh pihak TNDK GTV mengenai ketentuan dan segala keperluan yang aku butuhkan untuk berangkat ke Jakarta, karena aku mendapat kloter di batch 6 yang tayang pada 6 Januari 2021, maka aku berangkat pada tanggal 3 Januari 2021, tak lupa aku mengabari Hana akan kabar baik ini,” imbuhnya bercerita.
Oki mengawali persiapan di ajang ini dengan banyak mendengarkan lagu-lagu karya Alm. Didi Kempot, dan tentunya menyaksikan program ini di televisi dari episode perdana yang tayang pada tanggal 2 Desember 2020 hingga episode kelima. Oki juga melihat, memahami, dan mempelajari apa yang mereka tampilkan di televisi. Meskipun menurutnya tetap saja genre ini merupakan sebuah tantangan besar untuknya karena sebelumnya, ia sama sekali belum pernah membawakan lagu Campur Sari atau Pop Jawa baik off air maupun di media sosial, maka dari itu ia banyak belajar dan menghafal lagu khususnya karya Alm. Didi Kempot.
Cerita Oki Datang ke Jakarta dan Tampil di Stasiun Televisi
Tanggal 3 Januari 2021, Oki berangkat ke Bandara Adi Soemarmo Solo diantar oleh keluarga sampai pintu masuk. Ia mengaku saat itu merasa sedih meskipun ini merupakan pengalaman yang pertama bepergian menggunakan pesawat terbang. “Di ajang ini aku mendapat lagu “Tresnoku Moh Ilang” yang dipopulerkan oleh Happy Asmara. Aku yang belum pernah mendengar lagu itu mencoba untuk menghafal dan menyerap makna dari lagu tersebut, menurutku lagu ini tidak semudah kedengarannya,” jelasnya.
Keesokan harinya, 4 Januari 2021 seluruh peserta check out dari hotel dan menuju ke gedung MNCTV yang ada di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kita berkenalan dengan seluruh crew, staff, dan semua pihak yang terlibat dalam program TNDK ini termasuk para finalis yang sudah lolos di 5 episode sebelumnya. Selanjutnya kita briefing gambaran acara TNDK ini dan setelahnya bersiap-siap untuk melaksanakan foto dan video promosi.
5 Januari 2021, seluruh peserta kembali berangkat ke gedung MNCTV, kegiatan dimulai dengan pemilihan baju kostum oleh wardrobe untuk tampil di hari-H, selanjutnya kita melaksanakan latihan performance dengan coach dancer untuk mendukung dan mengarahkan bagaimana penyanyi bersikap dan menguasai panggung. Selanjutnya kita menuju ke studio TNDK dan melaksanakan GR (General Rehearsal) bersama dengan pemusik, dancer, dan property. Setelah selesai GR seluruh peserta beserta crew melakukan briefing untuk acara hari-H esok dan kembali ke hotel karantina.
Tibalah hari yang ditunggu, 6 Januari 2021, kami seluruh peserta kembali berangkat ke gedung MNCTV untuk melaksanakan Run Through terakhir sebelum LIVE dimulai. Diawali dengan penampilan setiap peserta, dan diikuti dengan penampilan kelima finalis sebelumnya. Ajang TNDK yang menghadirkan Inul Daratista, Danang Pradana, Via Vallen, Denny Caknan, dan Nurbayan sebagai juri ini memberikan kesempatan untuk peserta dapat berduet dengan setiap juri. Dan aku sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk dapat berduet dengan Danang Pradana bersama Sulton yang juga peserta di batch 6 untuk menyanyikan lagu “Kereta Malam” sebagai pembukaan.
Setelah dirasa cukup kita kembali dari studio dan melaksanakan persiapan, yaitu make up, wardrobe, dan berdoa bersama. Selanjutnya kita kembali ke studio untuk shooting program TNDK GTV episode 6. Saat giliranku tiba aku berusaha tampil maksimal & do my best, aku yang tidak biasa untuk dance berusaha tetap enjoy dan fokus, walau tidak sesuai dengan ekspektasi dan diimbau untuk harus banyak belajar, aku mengambilnya sebagai nasehat dan wejangan untuk dapat lebih baik lagi di masa depan. saat LIVE di laksanakan aku merasakan bagaimana menyanyi di atas panggung yang sangat besar disaksikan ribuan orang di rumah melalui televisi memang sangat berbeda dibanding saat aku bernyanyi off air atau bernyanyi cover di depan kamera HP sendiri. Hingga saat ini aku masih merinding jika mengingat momen tak terlupakan tersebut.
Bila ditanya apa aku kapok? tentu tidak, aku merasa tertantang untuk melakukan hal lain lagi yang belum pernah aku coba, dan aku yakin ini bukan satu-satunya jalanku untuk menuju sukses. Pepatah yang kutahu mengatakan “Jika kau menilai ikan dari caranya memanjat pohon ikan tersebut akan selalu menganggap dirinya bodoh”, dan aku tidak menganggap diriku gagal karena hal ini. Justru inilah titik dimana aku memulai mimpiku.
Untuk teman-temanku semua, dulu aku sering melihat postingan mahasiswa berprestasi yang didukung atau di beri ucapan selamat oleh kampus kita tercinta UIN SUKA dalam perjuangannya mengikuti sebuah lomba, percaya atau tidak aku selalu bertanya “kapankah aku bisa juga seperti mereka?, setidaknya membawa nama baik kampusku juga?” namun sedihnya pertanyaan ini hadir dengan realita aku tidak seperti teman-teman lainnya yang rajin mengikuti lomba PR (Public Relation) maupun Advertising.
Tapi entah kenapa aku selalu yakin pasti akan datang waktunya hal itu terjadi dengan bidang yang aku sukai, yaitu menyanyi. Dan Alhamdulillah, Allah SWT mengabulkannya, walau belum nomor satu setidaknya keyakinanku akan rencana baik Allah SWT tidak salah, begitu juga aku sampaikan ke teman-teman semua, yakinlah semua rencana Allah SWT pasti yang terbaik untuk kita hambanya, kita hanya perlu yakin dan mengimani serta tak lupa untuk berdoa dan berusaha. Ucapan Terimakasih tak lupa aku sampaikan kepada Allah SWT, Keluarga, Bapak/Ibu Dosen, Teman-teman, dan juga PSM Gita Savana yang ilmunya sangat bermanfaat dalam perjalananku di ajang ini.
(Tulisan Meredian Okiana yang sudah disunting oleh Tri M)