Pelatihan Metode Pembelajaran Berbasis SCL

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHum) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan pelatihan bagi Dosen. Pelatihan ini bertujuan untuk memperbaiki metode pembelajaran. Berlangsung di Interactive Center FISHum, Rabu, 24 Juli 2019, pelatihan kali ini diisi oleh Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si.

Student-centered learning (SCL) merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik di pusat kegiatan pembelajaran. Di dalam SCL para peserta didik memiliki dan memanfaatkan peluang dan atau keleluasaan untuk mengembangkan segenap kapasitas dan kemampuannya (prior knowledge and experience) sebagai pembelajar sepanjang hayat (“ngangsu kawruh”: cipta, karsa, rasa, dan karya), melalui berbagai macam aktivitas.

Hadir dalam pelatihan kali ini ini, pimpinan FISHum yakni Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. selaku Dekan FISHum, Wakil dengan Bidang Akademik, Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si., Wakil Dekan Bidang Administrasi, Dr. Sabarudin, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. sulistyaningsih, Kepala Bagian Tata Usaha Dra. Budhi Susilowati,M.A. serta para dosen di lingkungan FISHum.

Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki metode pembelajaran yang ada di FISHum. Bagaimanapun, Dosen FISHum memiliki tanggungjawab untuk menjadikan mahasiswa-mahasiswa FISHum menjadi alumni yang bermanfaat terutama bagi kemajuan bangsa.

“Jadi kita disini saya yakin adalah orang yang paling hebat secara keislaman dan keilmuan. Kehebatannya apa? Hebat dalam menghadapi mahasiswa dan mahasiswi kita. Siapa lagi yang akan mengantarkan mahasiswa mahasiswi selain kita. Selain secara ideologi, kita juga bertanggungjawab secara intelektual terhadap nilai-nialai kebangsaan,” tuturnya.

Beliau juga berharap, ada komunikasi yang baik selama pembelajaran dari semua elemen yang ada di FISHum. Baik antara mahasiswa dengan dosen maupun sebaliknya. Hal ini bisa diwujudkan melalui penerapan sistem pembelajaran yang baik.

“Sehingga integrasi dan interkoneksi inilah yang kita kembangkan. Insyaallah, FISHum ini menjadi ruang-ruang untuk kita belajar bersama. Dari waktu ke waktu kita bisa memberi ilmu yang baik,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si. dari UGM yang mengisi pelatihan kali ini menjelaskan bahwa ketersediaan media pembelajaran menjadi penting. Dalam materinya, beliau menjelaskan terkait berbagai metode pembelajaran bagi mahasiswa (Adult Learning)

Orang dewasa bukan seperti gelas kosong yang dengan mudah dapat diisikan sesuatu. Orang Dewasa sudah mempunyai sikap tertentu, pengetahuan tertentu dan ketrampilan tertentu. Pendidikan orang dewasa hanya menjadi efektif (menghasilkan perubahan perilaku), apabila isi dan cara pendidikannya sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan,” begitu tulisnya.

Dalam pelatihan kali ini, Prof. Dr. Tina Afiatin tidak hanya menjelaskan teori metode pembelajaran, tetapi beliau juga mengajak peserta untuk melakukan evaluasi pembelajaran. Selain itu juga mempraktikan langsung materi yang sudah diberikan yakni praktik metode cooperative dan colaborative learning. Terakhir, beliau mengajak peserta melakukan refleksi terhadap metode pembelajaran yang diterapkan. (tri)