Dilihat 0 Kali

07_126_benchmarking FISHUM ke FISIP UB.jpeg

Kamis, 11 Juni 2026 13:26:00 WIB

FISHUM UIN Sunan Kalijaga Bedah Strategi Mutu di FISIP Universitas Brawijaya, Kejar Target Akreditasi 6 Prodi

MALANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus mematangkan kesiapan menuju akreditasi unggul. Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah naungan Kementerian Agama, FISHUM menempuh langkah strategis dengan melaksanakan kegiatan benchmarking sistem penjaminan mutu ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Agenda ini bertempat di Gedung C Lt.7 FISIP Universitas Brawijaya pada Kamis, 11 Juni 2026. Delegasi FISHUM dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Ambar Sari Dewi, S.Sos., M.Si., Ph.D., didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha, perwakilan Pengendali Sistem Mutu Fakultas (PSMF), jajaran Pengendali Sistem Mutu Program Studi (PSMP), serta tenaga kependidikan. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UB, Reza Safitri, S.Sos., M.Si., Ph.D., bersama jajaran Gugus Jaminan Mutu (GJM) FISIP UB.

Dalam sambutannya, Ambar Sari Dewi, Ph.D menyampaikan bahwa FISHUM tengah berkejaran dengan target akreditasi dari LAMSPAK dan BAN-PT untuk enam program studi (prodi) tingkat sarjana maupun magister. "Pengendali Sistem Mutu menjadi bagian yang krusial. Kami ingin menimba ilmu dari FISIP UB mengenai bagaimana sistem ini bekerja menyinergikan level fakultas dan prodi, khususnya untuk mencapai goal akreditasi Unggul," papar Wakil Dekan 1 FISHUM ini.

Merespons hal tersebut, Reza Safitri menyambut antusias ruang berbagi pengalaman ini. Ia menuturkan bahwa FISIP UB sendiri saat ini tengah bersiap menghadapi sembilan akreditasi prodi, termasuk akreditasi di tingkat internasional. Ia berharap pertemuan lintas kementerian ini dapat memperkuat kolaborasi konkret ke depannya, seperti riset dan publikasi jurnal bersama antar-dosen.

Memasuki sesi inti, diskusi dipandu oleh Ketua GJM FISIP UB, Andy Ilman Hakim, S.I.P., M.I.P. Dalam pemaparannya, Andy menyoroti transformasi tata kelola penjaminan mutu di lingkungan PTN-BH yang sangat terbantu oleh digitalisasi terpusat. UB menggunakan sistem informasi terintegrasi (seperti Gapura Brawijaya) yang menyatukan data kinerja dosen, aktivitas mahasiswa, hingga tracer study. FISIP UB juga membagikan praktik baik (best practice) terkait optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM). Mereka mendistribusikan beban kerja administratif dan penyusunan borang akreditasi kepada tenaga kependidikan (tendik) dan student employee (mahasiswa paruh waktu).

Berbekal wawasan dari tata kelola PTN-BH tersebut, FISHUM UIN Sunan Kalijaga optimis dapat segera merevitalisasi manajemen dokumen dan infrastruktur mutu mereka, demi meraih hasil maksimal pada proses asesmen akreditasi mendatang. (K.Ind)