Prestasi membanggakan diraih oleh Nordina Yunira dan Novita Sari, mahasiswa Program Magister Media dan Komunikasi, yang memperoleh penghargaan Best Speaker pada Konferensi Nasional Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMUNIKA) 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas kemampuan Nordina dalam menyampaikan gagasan akademik secara sistematis, penguasaan substansi penelitian, serta kualitas komunikasi ilmiah selama sesi presentasi berlangsung.
KOMUNIKA 2026 diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) pada 17–18 Juni 2026 di Malang. Mengusung tema “Artificial Intelligence dan Masa Depan Komunikasi,” forum nasional ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mempresentasikan hasil penelitian, mendiskusikan perkembangan teknologi kecerdasan buatan, serta menelaah dampaknya terhadap dunia komunikasi, media, dan kehidupan sosial. Dalam forum tersebut, Nordina Yunira mempresentasikan penelitian berjudul “Dinamika Produktivitas dan Integritas Akademik: Etika Penggunaan ChatGPT dalam Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Magister Media dan Komunikasi.” Penelitian ini mengangkat isu yang sangat relevan dengan perkembangan pendidikan tinggi saat ini, khususnya mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan generatif dalam proses penulisan akademik.
Melalui riset tersebut, Nordina menyoroti hubungan antara peningkatan produktivitas akademik dan pentingnya menjaga integritas ilmiah di tengah meluasnya penggunaan ChatGPT. Topik ini menjadi penting karena kecerdasan buatan tidak hanya menawarkan kemudahan teknis dalam penyusunan karya ilmiah, tetapi juga menghadirkan tantangan etis terkait orisinalitas, tanggung jawab akademik, transparansi penggunaan teknologi, dan kualitas berpikir kritis mahasiswa.
Penghargaan Best Speaker Komunika 2026 yang diraih Nordina dan Novita Sari menunjukkan bahwa mahasiswa Program Magister Media dan Komunikasi mampu berpartisipasi aktif dalam diskursus nasional mengenai kecerdasan buatan dan masa depan komunikasi. Capaian ini juga menegaskan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam tidak hanya menghasilkan penelitian yang relevan, tetapi juga menyampaikan temuan akademik secara komunikatif, argumentatif, dan bertanggung jawab.
KOMUNIKA 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi yang membahas isu kecerdasan buatan, literasi digital, etika komunikasi, serta strategi industri media di tengah disrupsi teknologi. Forum ini juga memuat presentasi karya ilmiah mahasiswa, diskusi akademik, serta pemilihan presenter terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas gagasan dan keterampilan komunikasi ilmiah peserta. Partisipasi Nordina Yunira dalam KOMUNIKA 2026 menjadi bagian dari kontribusi Program Magister Media dan Komunikasi dalam merespons perkembangan komunikasi kontemporer. Melalui keikutsertaan dalam forum ilmiah nasional, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas jejaring akademik, bertukar gagasan dengan peserta dari berbagai kampus, serta memperkuat kapasitas riset dalam menghadapi tantangan komunikasi di era kecerdasan buatan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan penelitian yang kritis, relevan, dan berdampak bagi masyarakat. Di tengah percepatan transformasi digital, kajian mengenai etika penggunaan AI dalam praktik akademik menjadi semakin penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengabaikan nilai integritas, kejujuran ilmiah, dan tanggung jawab sosial.