Sebanyak 560 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di Convention Hall Lantai 1, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tingkat fakultas tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, kemahasiswaan, serta berbagai peluang pengembangan diri di FISHUM. Rangkaian kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan FISHUM, Prof. Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si. Dalam sambutannya, Dekan menyambut para mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar FISHUM sekaligus mengajak mereka mulai mengenali nilai, tradisi akademik, dan tanggung jawab sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora.
Salah satu agenda utama hari kedua PBAK adalah sesi bersama H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P., mantan Gubernur Jawa Tengah, yang hadir secara virtual dari Nusa Tenggara Timur. Di hadapan mahasiswa baru, Ganjar menekankan pentingnya menjadikan organisasi dan aktivitas kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran, bukan sekadar pelengkap kegiatan akademik. Menurut Ganjar, dunia kemahasiswaan dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk menemukan potensi diri, mengasah kepekaan terhadap persoalan sosial, serta belajar mengambil peran di tengah masyarakat. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada kehadiran, tetapi bergerak menuju kontribusi yang memberikan dampak nyata. Sesi tersebut berkembang menjadi dialog interaktif ketika sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai kriteria mahasiswa ideal, cara menjaga semangat kolektif di tengah tekanan, hingga peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Ganjar menekankan bahwa prestasi akademik dan kontribusi sosial tidak seharusnya dipertentangkan. Mahasiswa, menurutnya, perlu mampu mengembangkan keduanya secara seimbang. Ia juga mengingatkan pentingnya keberanian mempertahankan ruang kritis serta menjaga integritas dalam kehidupan organisasi. Ganjar menyebut integritas sebagai benteng penting bagi seorang aktivis ketika berhadapan dengan tekanan maupun berbagai tawaran yang dapat memengaruhi idealismenya.
“Idealisme adalah satu-satunya kemewahan seorang aktivis,” pesan Ganjar kepada mahasiswa baru.
Dalam menjelaskan makna agen perubahan, Ganjar turut membagikan pengalamannya saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Ia menceritakan bagaimana persoalan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang kesulitan mengakses pendidikan mendorongnya untuk tidak sekadar membicarakan masalah, tetapi berupaya menghadirkan tindakan konkret.
Usai sesi bersama Ganjar Pranowo, kegiatan dilanjutkan dengan Stadium General yang dimoderatori oleh Moh. Nasiruddin dan menghadirkan dua narasumber dari jajaran pimpinan FISHUM.
Ambar Sari Dewi, S.Sos., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, memaparkan berbagai upaya pengembangan dan pembaruan akreditasi di lingkungan fakultas. Paparan tersebut menjadi bagian dari komitmen FISHUM dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan. Sementara itu, Dr. Rama Kertamukti, S.Sos., M.Sn., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, memperkenalkan berbagai peluang pengembangan mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan. Mahasiswa baru juga memperoleh informasi mengenai sejumlah kesempatan beasiswa yang tersedia di UIN Sunan Kalijaga.
Rangkaian PBAK hari kedua kemudian dilanjutkan dengan pengenalan organisasi kemahasiswaan sebagai salah satu ruang pengembangan diri mahasiswa selama menjalani perkuliahan.
Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Psikologi, HMPS Sosiologi, HMPS Ilmu Komunikasi, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FISHUM, serta Senat Mahasiswa (SEMA) FISHUM secara bergantian memperkenalkan organisasi dan ruang aktivitas yang dapat diikuti mahasiswa baru. Pengenalan organisasi tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa kehidupan mahasiswa di FISHUM tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial melalui aktivitas kemahasiswaan.
Hari kedua PBAK FISHUM 2026 ditutup dengan penegasan mengenai pentingnya peran mahasiswa sebagai insan akademik sekaligus bagian dari masyarakat. Para mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik selama menempuh pendidikan di FISHUM, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang kritis, peka terhadap lingkungan sosial, berintegritas, dan berani mengambil peran. Pesan tersebut sejalan dengan ajakan yang disampaikan Ganjar Pranowo kepada mahasiswa baru: menjadikan kehadiran sebagai kontribusi, dan kontribusi sebagai warisan. (kreatif)