Dilihat 0 Kali

07_472_WhatsApp Image 2026-08-19 at 13.49.09.jpeg
Shalat Dhuha, Bangun Mahasiswa Kuat secara Mental dan Moral

Rabu, 19 Agustus 2026 13:47:00 WIB

PBAK FISHUM UIN Sunan Kalijaga Dimulai dengan Shalat Dhuha, Bangun Mahasiswa Kuat secara Mental dan Moral

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengawali rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 dengan semangat membangun mahasiswa baru yang tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, integritas moral, dan kepekaan sosial. Semangat tersebut tercermin sejak awal kegiatan melalui pelaksanaan Shalat Dhuha sebagai bagian dari rangkaian pembukaan PBAK.

Berdasarkan rundown kegiatan PBAK UIN Sunan Kalijaga, agenda hari pertama, Rabu, 19 Agustus 2026, dimulai dengan Shalat Dhuha pada pukul 07.30–07.40 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., serta pembacaan doa. Susunan kegiatan tersebut menempatkan dimensi spiritual sebagai fondasi awal sebelum mahasiswa memasuki rangkaian pengenalan kehidupan akademik dan kemahasiswaan. Bagi FISHUM, pembukaan PBAK melalui Shalat Dhuha memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial. Tradisi spiritual tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan orientasi mahasiswa agar mampu menjalani kehidupan perguruan tinggi dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kesehatan mental, tanggung jawab moral, dan kesadaran sosial.

Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa baru akan menghadapi perubahan pola belajar, lingkungan sosial, tuntutan kemandirian, serta dinamika akademik yang berbeda dari pendidikan sebelumnya. Karena itu, PBAK menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kampus bukan hanya sebagai ruang memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter. Shalat Dhuha pada awal kegiatan menjadi simbol bahwa proses akademik perlu disertai ketenangan batin, kedisiplinan, refleksi diri, dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai insan akademik. Pada tahun akademik 2026, FISHUM menerima 564 mahasiswa baru. Jumlah tersebut terdiri atas 562 mahasiswa program reguler dan dua mahasiswa International Undergraduate Program (IUP). Berdasarkan program studi, mahasiswa reguler terdiri atas 220 mahasiswa Psikologi, 149 mahasiswa Sosiologi, dan 193 mahasiswa Ilmu Komunikasi. Sementara itu, dua mahasiswa IUP masing-masing berasal dari Program Studi Psikologi dan Ilmu Komunikasi.

Komposisi mahasiswa baru yang besar dan beragam tersebut menjadi modal penting bagi FISHUM dalam membangun kehidupan akademik yang dialogis, kolaboratif, dan terbuka terhadap perbedaan. Pada saat yang sama, keragaman mahasiswa menuntut lingkungan pendidikan yang semakin inklusif sehingga seluruh mahasiswa memperoleh ruang yang setara untuk belajar, berpartisipasi, dan berkembang. Komitmen tersebut juga terlihat dari hadirnya mahasiswa difabel di lingkungan FISHUM. Berdasarkan Daftar Mahasiswa Baru Difabel UIN Sunan Kalijaga Tahun 2026, terdapat tiga mahasiswa baru difabel yang diterima di FISHUM, terdiri atas dua mahasiswa pada Program Studi Ilmu Komunikasi dan satu mahasiswa pada Program Studi Psikologi. Data tersebut mencatat dua mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam kategori Tuli dan satu mahasiswa Psikologi dalam kategori disabilitas mental. Kehadiran mahasiswa dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam memperkuat pentingnya PBAK sebagai pintu awal pembentukan budaya akademik yang inklusif. Inklusivitas tidak berhenti pada penerimaan mahasiswa, tetapi perlu diwujudkan melalui lingkungan belajar yang aksesibel, komunikasi yang setara, penghormatan terhadap perbedaan, serta dukungan terhadap kebutuhan akademik dan sosial setiap mahasiswa.

Dengan demikian, nilai spiritualitas yang ditanamkan melalui Shalat Dhuha berkelindan dengan nilai kemanusiaan dan inklusivitas yang menjadi bagian penting pendidikan di FISHUM. Ketangguhan mental tidak semata-mata dipahami sebagai kemampuan bertahan menghadapi tekanan akademik, tetapi juga sebagai kemampuan mengelola diri, beradaptasi, bekerja sama, serta menghormati keberagaman. Sementara itu, kekuatan moral tercermin melalui integritas, empati, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. PBAK 2026 diharapkan menjadi titik awal bagi 564 mahasiswa baru FISHUM untuk mengenali identitasnya sebagai bagian dari komunitas akademik UIN Sunan Kalijaga. Melalui perpaduan antara orientasi akademik, penguatan spiritual, pembentukan karakter, dan budaya inklusif, mahasiswa baru diharapkan tumbuh menjadi insan akademik yang cerdas secara intelektual, tangguh secara mental, kuat secara moral, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial yang majemuk.