UIN Sunan Kalijaga Dirikan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara

UIN Sunan Kalijaga menggelar seminar nasional dan launching pusat studi Pancasila dan Bela Negara: “Pancasila Rumah Semua Anak Bangsa”, Rabu, 9/8/17 di Convention Hall. Seminar kali ini menampilkan tokoh-tokoh Islam Nasionalis seperti Jendral (Purn) Wiranto, KH. Solahuddin Wahid, Dr (HC) Zulkifli Hasan (MPR RI), Drs. Anas Saidi M.A,. dan Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi M.A.,Ph.D (Rektor UIN Sunan Kalijaga).
Dalam seminar kali ini, pemateri mengupas nilai-nilai filosofis, historis, sosio-antropologis Pancasila, kontekstualisasi Pancasila sebagai working ideology. Disampaikan oleh Rektor UIN bahwa posisi Pancasila akhir-akhir ini hampir Terlupakan bahkan disingkirkan. Maka perlu dukungan tokoh agama untuk mempertahankan Pancasila. ”Selain itu perlu adanya peran dari Perguruan Tinggi. Seperti yang dilakukan UIN Sunan Kalijaga, mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara,” Ujar Rektor dalam sambutannya.
Sementara itu, Zulkifli Hasan selaku ketua MPR RI menyatakan bahwa Pancasila sebagai Ideologi Negara penting untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Seperti sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sejatinya, penerapan sila ini akan melahirkan keadilan yang berujung kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Kalau ada rakyat yang tidak bisa menerima hak pendidikan, negara harus bertindak. Pancasila juga memiliki makna persatuan. Persatuan itu apa? Ya, senasib sepenanggungan. yang artinya kebersamaan," Jelas Zulkifli saat menyambut sekaligus membuka seminar kali ini.
Nampak hadir pula dalam seminar sekaligus pelantikan pengurus Pusat Studi Pancasila jajaran dekanat FISHUM, Dr. Mochamad Sodik S.Sos., M.Si selaku Dekan FISHUM, Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, M.Si wakil dekan I bidang akademik, Dr. Sabarudin, M.Si wakil dekan II Bidang Adm. Umum, Kepegawaian dan Perencanaan, Dr. Sulistyaningsih, S.Sos, M.Si selaku dekan III bagian kemahasiswaan. (tri)