Junjung Tinggi Nilai Kebhinekaan: FISHUM Adakan Kegiatan “Penguatan Moderasi Beragama”
Sesi Foto Bersama
Sebagai negara dengan keanekaragaman budaya dan agama, Indonesia memiliki tantangan unik dalam menjaga harmoni di tengah perbedaan. Moderasi beragama menjadi salah satu pilar penting untuk menciptakan kehidupan berbangsa yang damai, adil, dan sejahtera. Namun, apa sebenarnya moderasi beragama itu? Bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari? Dan apa peran kita semua dalam mendukung upaya ini?
Merespon hal ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga mengadakan kegiatan “Penguatan Moderasi Beragama” yang berlangsung selama 3 hari yakni dari tanggal 14 hingga 16 Agustus 2024. Hadir membuka acara ini Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. yang sekaligus memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, ada 3 poin penting yang menurut beliau merupakan pesan dari Kementerian Agama. Pertama, bagaimana civitas akademika di PTKIN khususnya UIN Sunan Kalijaga mampu membawa UIN ke ranah global.
“Kedua soal tata kelola. Bagaimana pengelolaan kelembagaan bisa dilakukan secara transparan, efisien dan efektif. Supayasemua orang bisa melewati proses di kampus menjadi nyaman dan bahagia. Sistem dibuat secara digital. Baik kepegawaian maupun akademik,” tuturnya.
Yang terakhir, menurut beliau PTKIN harus terlibat dan merespon isu nasional terutama yang terkait dengan wacana yang berkembang. “Termasuk salah satunya isu moderasi beragama. Aktif menyampaikan pandangan-pandangan melalui berbagai media. Suara PTKIN harusnya terdengar lebih nyaring. Maka, acara Penguatan Moderasi Beragama ini menjadi satu tahap yang penting,” imbuhnya.
Mengapresiasi kegiatan ini, Dr. Mochammad Sodik, S.Sos., M.Si. selaku Dekan FISHUM UIN Sunan Kalijaga menyampaikan selamat kepada panitia atas terlaksana kegiatan ini. Beliau juga menyampaikan bahwa acara ini merupakan upaya FISHUM untuk mendukung implementasi moderasi beragama.
“Ditengah-tengah masyarakat yang plural, moderasi beragama adalah kunci untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan saling menghormati, kita bisa menjaga keutuhan bangsa,” jelasnya.
Ketua Pusat Moderasi Beragama dan Kebhinekaan UIN Sunan Kalijaga sekaligus Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Dr. Mokhamad Mahfud, M.Si. selaku ketua panitia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak, baik pimpinan, peserta maupun panitia. “Acara ini dalam rangka menguatkan moderasi di lingkungan kampus,” jelasnya.
Acara ini diisi oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. (Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga). Secara spesifik beliau memberikan materi tentang “Nilai Universal Agama dan Bedah Kata Kunci Moderasi Beragama (9 Indikator)”. Sementara dua narasumber lain ialah Dede Dwi Kurniasih, S.Sos., M.A dan Rabi'atul Adawiyah, L.C., M.S.I. selaku Instruktur Nasional Moderasi Beragama. Materi yang disampaikan oleh kedua instruktur nasional antara lain Sketsa Kehidupan Beragama di Indonesia, Konsep Moderasi Beragama Kementerian Agama, Sikap diri ASN, Wawasan Kebangsaan, Strategi Penguatan Moderasi Beragama [Kontra Narasi Ekstrimisme], dan terakhir yakni evaluasi.
Sebagai tambahan informasi, acara ini berlangsung di Grand Rohan Yogyakarta. Acara ini diikuti oleh dosen dan tendik di lingkungan FISHUM UIN Sunan Kalijaga. (tri/humas)