Rencana Kolaborasi Riset BKKBN dengan FISHUM UIN Sunan Kalijaga

Riset merupakan kegiatan akademik yang perlu dilakukan, terutama di Perguruan Tinggi. Kegiatan penelitian atau riset merupakan aktivitas pengembangan keilmuan. Tentu kerja-kerja riset tidak bisa dilakukan sendiri. Perguruan Tinggi tentu perlu mengajak beberapa elemen lain dalam pengembangan keilmuan di bidang riset.

Menanggapi pentingnya riset kolaborasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) D.I Yogyakarta melakukan rapat koordinasi (22/04/2019). Bertempat di Ruang Sidang FISHUM lantai II, tawaran riset kali ini terkait dengan ketahanan keluarga.

Rapat koordinasi kali ini merupakan upaya, sebelum nantinya akan dilakukan penandatanganan MoU antara kedua belah pihak. Hadir dari perwakilan BKKBN D.I Yogyakarta yakni Kepala Bidang Pengendalian penduduk, Witriastuti SA, SE, MM, Kepala Sub Bidang Analisis Dampak Kependudukan, Ewang Sewoko, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, dokter Iin Nadzifah Hamid, dan Windaningrum Distiyafi, S.Sos, Bidang Pengendalian Penduduk.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Sulistyaningsih S.Sos., M.Si yang memandu rapat koordinasi kali ini menjelaskan bahwa acara kali ini merupakan bagian dari tindak lanjut MoU yang dilakukan oleh pihak Universitas.

Dr. Mochamad Sodik S.Sos., M.Si, selaku Dekan FISHUM menyatakan bahwa tawaran riset kali ini menarik. Karena, persoalan keluarga selama ini agak terabaikan. “Masyarakat sipil, negara, itu sulit berkualitas kalau tidak dimulai dari keluarga yang berkualitas,” jelasnya.

Menurutnya, kolaborasi ini bisa dikembangkan di tiga prodi, baik Psikologi, Ilmu Komunikasi, dan Sosiologi. Riset ini juga diharapkan mampu melahirkan hal-hal praktis yang bisa bermanfaat bagi masyarakat selain teoritis dalam dunia akademik.

“Misalnya kita melihat kasus klitih, itu bukan sebagai pelaku, tapi terhadap korban. Lingkungan yang ramah anak, ramah perempuan, ramah difable,” imbuhnya.

Beliau menjelaskan bahwa perilaku-perilaku yang baik dalam keluarga bisa dilihat dari perilaku nabi Muhammad. Sebagai kepala rumah tangga, nabi bahkan menjahit sendiri bajunya yang robek. Perilaku anggota keluarga akan menentukan kebaikan dalam keluarga itu sendiri.

Senada dengan Dekan FISHUM, Witriastuti SA, SE, MM, selaku Kepala Sub Bidang Analisis Dampak Kependudukan, menjelaskan bahwa relasi yang terjalin dengan UIN selama ini dilakukan dengan baik. Misalnya, BKKBN pernah mengadakan seminar, diskusi, dan lain sebagainya.

“Kami juga tertarik dengan Perda tentang ketahanan keluarga. Bagaimana ketahanan keluarga ini permasalahannya bisa diperkecil. Hampir semua wilayah bisa mengkaji dan di angkat. Bisa bermanfaat sampai ke wilayah,” jelasnya. (tri)