Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi ruang pelaksanaan Sosialisasi Program Haji Muda dan Program Dai Sejuta Mimbar dengan tema “Generasi Muda sebagai Penerus Dakwah Berbasis Platform Digital”, Senin, 29 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Interactive Center FISHUM UIN Sunan Kalijaga ini mempertemukan unsur perguruan tinggi, lembaga pengelola keuangan haji, peneliti, praktisi, serta pegiat dakwah digital.
Kegiatan diawali dengan pengantar dari Dr. Juni Supriyanto, Ak., M.Ak., M.Si., CMA., SAS., Deputi Bidang Penghimpunan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Prof. Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga.
Program ini menghadirkan sejumlah pembicara dari latar belakang yang beragam, yaitu Arsoyo Darsono, Kepala Divisi Kerjasama Layanan Haji; Syubhelm ajdi Syukur, Ak., CA., Ketua Yayasan Harika untuk Kemanusiaan; Dr. Banu Muhammad, S.E., M.S.E., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia; Rizky Prayogo Ramadhan, S.E., M.Si., peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional; Fatchul Wachid, B.A., M.Sc., dari Gerakan Dai Sejuta Mimbar; serta Tito Ikhsan Rozak dari Sosplan Creative.
Keberagaman latar belakang pembicara memberikan ruang bagi pembahasan dakwah generasi muda dari berbagai perspektif. Perubahan pola komunikasi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, menjadikan platform digital sebagai salah satu ruang penting dalam penyampaian pesan keagamaan. Dalam konteks tersebut, kemampuan memahami karakter media, khalayak, serta bentuk komunikasi yang sesuai menjadi semakin relevan bagi generasi penerus dakwah.
Tema “Generasi Muda sebagai Penerus Dakwah Berbasis Platform Digital” juga menunjukkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi komunikasi. Dakwah di ruang digital tidak hanya berkaitan dengan pemindahan pesan dari ruang tatap muka ke media sosial, tetapi juga menuntut pemahaman terhadap pola produksi konten, karakter audiens, kreativitas komunikasi, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Selain membahas pengembangan dakwah digital, kegiatan ini turut memperkenalkan Program Haji Muda. Sosialisasi tersebut membuka ruang untuk meningkatkan literasi generasi muda mengenai persiapan haji sejak dini serta membangun pemahaman mengenai perencanaan ibadah haji dalam perspektif jangka panjang.
Keterlibatan BPKH, perguruan tinggi, lembaga riset, praktisi, dan komunitas dalam kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai ruang pengembangan pengetahuan sekaligus tempat bertemunya berbagai gagasan mengenai perubahan sosial, perkembangan media, dan peran generasi muda.
Bagi FISHUM UIN Sunan Kalijaga, kegiatan ini juga relevan dengan kajian sosial dan komunikasi yang berkembang di lingkungan fakultas. Transformasi dakwah melalui platform digital merupakan fenomena yang berkaitan erat dengan perubahan perilaku masyarakat, budaya media, pola komunikasi generasi muda, serta dinamika kehidupan keagamaan di tengah perkembangan teknologi.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak semata-mata menjadi konsumen informasi digital, tetapi juga mampu berpartisipasi secara produktif dalam membangun ruang komunikasi keagamaan yang edukatif, kreatif, dan bertanggung jawab.